Di tengah pergerakan pasar saham yang semakin cepat dan derasnya arus informasi, nasihat Warren Buffett tentang kesabaran kembali relevan.

Investor kini dihadapkan pada berbagai pembaruan pasar, notifikasi harga, konten finfluencer, hingga komentar mengenai setiap pergerakan saham.

Dalam situasi seperti itu, salah satu kutipan Buffett menjadi pengingat bahwa investasi tidak selalu ditentukan oleh seberapa sering seseorang melakukan transaksi.

“Pasar saham dirancang untuk memindahkan uang dari pihak yang aktif kepada pihak yang sabar,” tuturnya, dikutip dari The Economics Times, Rabu (9/9/2026).

Pesan tersebut menyoroti prinsip sederhana dalam investasi: hasil jangka panjang sering kali lebih ditentukan oleh kemampuan investor mempertahankan strategi yang telah dirancang dengan matang dibandingkan keinginan untuk terus bereaksi terhadap pergerakan pasar.

Jangan Terjebak Hiruk-pikuk Pasar

Saat ini, hampir setiap pergerakan pasar mendapat perhatian. Laporan keuangan perusahaan dianalisis, perubahan suku bunga diamati, sementara berbagai peristiwa geopolitik dengan cepat dikaitkan dengan potensi dampaknya terhadap pasar saham.

Kondisi tersebut membuat investor semakin mudah tergoda untuk mengambil tindakan. Ketika pasar bergerak turun, muncul dorongan untuk menjual. Sebaliknya, ketika harga saham melonjak, investor bisa terdorong membeli karena takut tertinggal tren atau mengalami fear of missing out (FOMO).

Masalahnya, keputusan yang terlalu banyak dipengaruhi oleh pergerakan jangka pendek dapat membuat investor kehilangan fokus terhadap tujuan awal investasinya.

Rasa takut dapat mendorong seseorang menjual aset terlalu cepat ketika harga turun. Sementara itu, euforia dan FOMO ketika pasar sedang naik dapat membuat investor mengejar saham yang harganya sudah terlalu tinggi.

Jika dilakukan berulang, perilaku tersebut tidak hanya berpotensi mengurangi imbal hasil, tetapi juga meningkatkan biaya transaksi, pajak, dan tekanan emosional.

Karena itu, kesabaran menjadi salah satu kualitas penting dalam menghadapi pasar yang penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Cara Warren Buffett Menguji Keputusan agar Tak Merusak Reputasi