Banyak orang langsung mengaitkan nyeri pinggang dengan gangguan ginjal. Padahal, menurut Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, rasa sakit di area lower back atau pinggang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah otot hingga gangguan organ dalam.

Dalam penjelasannya, dr. Tirta menegaskan bahwa nyeri pinggang memang bisa menjadi tanda adanya masalah pada ginjal, tetapi tidak selalu demikian.

“Sakit pada pinggang itu bisa menjadi prediktor banyak hal. Karena di sana banyak organ dan banyak kejadian,” tutur dr. Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Kamis (21/5/2026).

dr. Tirta mengatakn, penyebab paling umum nyeri pinggang justru berasal dari otot dan kebiasaan tubuh yang salah dalam jangka panjang.

Area lower back memiliki banyak otot penyangga tulang belakang, termasuk muskulus erektor spinalis yang mudah mengalami cedera ringan atau sprain.

Menurutnya, duduk terlalu lama, posisi tubuh yang buruk, hingga kebiasaan mengangkat beban berat bisa memicu peradangan pada otot dan ligamen di sekitar pinggang.

“Kalau misalkan terlalu sprain, duduk lama, angkat beban yang berlebihan, posisi yang salah, otot tersebut bisa menyebabkan peradangan di sekitar ligamen dan fasianya,” jelasnya.

Selain gangguan otot, dr. Tirta juga menyoroti kemungkinan terjadinya HNP atau Hernia Nucleus Pulposus, yang lebih dikenal masyarakat sebagai saraf kejepit.

Kondisi ini, kata dia, biasanya terjadi pada area lumbar 4 atau lumbar 5 di tulang belakang.

Baca Juga: Bolehkah Penderita GERD Menjalani Intermittent Fasting? Ini Penjelasan Dokter Tirta