Tren pola makan intermittent fasting (IF) semakin populer sebagai cara untuk menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki kesehatan metabolik. Namun, bagi penderita gangguan asam lambung seperti GERD, muncul pertanyaan besar, apakah metode ini aman dilakukan?

Terkait hal itu, Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, memberikan jawaban yang cukup fleksibel.

“Bisa nggak orang GERD menjalani IF dengan baik? Oh bisa, malah GERD-nya bisa sembuh. Jadi jawabannya, it depends,” papar dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Jumat (10/4/2026).

Menurut Dokter Tirta, pandangan lama yang menyebut bahwa penderita asam lambung tidak boleh menjalani intermittent fasting tidak sepenuhnya benar.

Dalam beberapa kasus, kata dia, IF justru masih bisa dilakukan, terutama jika kondisi masih terkontrol.

“Intermittent fasting itu bisa dijalani oleh orang yang mengalami gangguan asam lambung. Karena bisa jadi dia tetap meminum obat-obatan untuk asam lambungnya,” jelasnya.

Artinya, kata dia, selama kondisi tidak parah dan berada dalam pengawasan atau penanganan yang tepat, IF masih mungkin dilakukan. Namun, ini bukan berarti semua penderita GERD cocok dengan pola makan tersebut.

Lebih lanjut, Dokter Tirta menegaskan bahwa IF tidak dianjurkan bagi penderita gangguan lambung yang sudah masuk kategori kronis.

Misalnya, mereka yang mengalami gastritis berat, tukak lambung (peptic ulcer), atau GERD dengan gejala parah.

“Yang kronis, misal sampai gastritis, sampai tukak lambung, peptic ulcer, sampai GERD yang parah, otomatis harus dianjurkannya makan sering tapi sedikit,” tegasnya.

Baca Juga: Tips Aman Lari saat Hujan ala Dokter Tirta