Jalur KRL Bogor (Bogor Line) masih menjadi lintasan kereta komuter dengan jumlah penumpang terbanyak di Jabodetabek. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, lintasan ini telah melayani sekitar 78,08 juta pelanggan, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang mengandalkan transportasi berbasis rel untuk beraktivitas setiap hari.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan Bogor Line menjadi tulang punggung perjalanan komuter dari kawasan Bogor, Depok, Citayam, hingga Jakarta. Tingginya jumlah penumpang tersebut mendorong KAI untuk terus meningkatkan kapasitas layanan agar perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan andal.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi dasar perusahaan dalam memperkuat layanan di lintasan tersebut.
Baca Juga: 2028, Penumpang KRL Bisa Naik-Turun di Stasiun Gambir
"Bogor Line menjadi salah satu lintas utama yang menopang mobilitas harian masyarakat. Dengan 78,08 juta pelanggan pada Semester I 2026, penguatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan penting agar perjalanan masyarakat dapat terus berjalan lebih tertata, nyaman, dan andal," ujar Anne dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Tren penggunaan KRL Bogor sendiri terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, lintasan ini melayani sekitar 102,05 juta pelanggan. Angka tersebut meningkat menjadi 133,04 juta pelanggan pada 2023, kemudian kembali naik menjadi 145,92 juta pelanggan pada 2024. Sepanjang 2025, jumlah pengguna bahkan mencapai 155,01 juta pelanggan.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran transportasi publik, khususnya KRL, sebagai moda utama masyarakat Jabodetabek untuk bepergian ke tempat kerja, sekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan Jika Barang Ketinggalan di KRL
Tak hanya jalurnya yang menjadi paling sibuk, Stasiun Bogor juga mencatat volume penumpang tertinggi di jaringan KRL Jabodetabek.
Selama Januari hingga Juni 2026, stasiun tersebut melayani sekitar 18,45 juta pergerakan penumpang, terdiri atas sekitar 9,37 juta penumpang masuk (gate in) dan 9,08 juta penumpang keluar (gate out). Dengan demikian, rata-rata terdapat sekitar 101.942 pergerakan penumpang setiap hari di Stasiun Bogor.
Sementara itu, lima stasiun dengan volume penumpang terbesar selama semester pertama 2026 adalah Stasiun Bogor dengan 18,45 juta pergerakan, disusul Stasiun Tanah Abang sebanyak 17,29 juta, Stasiun Sudirman 13,08 juta, Stasiun Citayam 11,47 juta, dan Stasiun Bekasi 11,43 juta.
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pelanggan, KAI tengah mempercepat peningkatan kapasitas layanan di Bogor Line. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan operasional KRL dengan rangkaian 12 kereta (SF12) yang diharapkan mampu mengangkut lebih banyak penumpang, terutama pada jam-jam sibuk.
Baca Juga: KAI Rombak Direksi, Eks Bos Pelita Air Masuk Jajaran
Saat ini, KAI juga sedang menyelesaikan pengembangan peron di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor agar dapat melayani operasional rangkaian 12 kereta tersebut. Proyek yang dimulai sejak pertengahan April 2026 itu ditargetkan rampung pada pertengahan Juli 2026.
Anne menjelaskan, kehadiran rangkaian dengan kapasitas lebih besar akan memberikan manfaat langsung bagi para pengguna KRL, mulai dari ruang yang lebih lega hingga proses naik dan turun kereta yang lebih tertata.
"Kesiapan SF12 menjadi bagian dari upaya memperbesar kapasitas dalam satu perjalanan. Bagi pelanggan, manfaatnya dapat dirasakan melalui ruang layanan yang lebih memadai, alur naik-turun yang lebih tertata, dan kesiapan perjalanan yang semakin baik, terutama pada jam sibuk," jelasnya.
Selain memperbesar kapasitas layanan, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga terus mempersiapkan integrasi antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang. Langkah tersebut diharapkan mempermudah perpindahan penumpang menuju layanan KA Pangrango maupun moda transportasi lanjutan di kawasan Bogor.
Anne menegaskan, peningkatan infrastruktur dan kapasitas layanan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
"KAI ingin memastikan peningkatan layanan dilakukan sesuai kebutuhan pelanggan. Bogor Line melayani jutaan perjalanan masyarakat setiap tahun, sehingga kesiapan kapasitas, keselamatan, dan konektivitas menjadi perhatian utama dalam pengembangan layanan," tutupnya.