Pencegahan
Mengacu pada Konsensus RSV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2024, pemberian antibodi monoklonal Palivizumab direkomendasikan untuk bayi berisiko tinggi, seperti bayi prematur, bayi dengan bronchopulmonary dysplasia (BPD), dan bayi dengan penyakit jantung bawaan (CHD).
“Palivizumab terbukti dapat menurunkan angka rawat inap akibat RSV hingga lebih dari 50% pada bayi berisiko tinggi. Langkah ini menjadi bagian penting dari pencegahan dini yang harus dipahami orang tua,” tambah Prof. Cissy.
Selain itu, langkah-langkah sederhana di rumah juga sangat berpengaruh.
“Orang tua harus membiasakan cuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan ventilasi rumah baik, menghindari kontak dengan orang sakit, serta membatasi aktivitas di tempat ramai. Ini adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi bayi prematur,” tegas Prof. Rina.
Edukasi Berkelanjutan
Selain upaya orang tua, edukasi berkelanjutan dari tenaga medis dan industri kesehatan sangat diperlukan. Pemahaman mengenai pola penularan dan pencegahan RSV membantu mengurangi beban penyakit di masyarakat.
“Upaya mengurangi risiko infeksi RSV tidak hanya bertumpu pada tindakan klinis, tetapi juga pada kesadaran orang tua. AstraZeneca Indonesia berkomitmen mendukung edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan perlindungan bagi bayi berisiko tinggi,” ujar dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia.
Komitmen AstraZeneca untuk Melindungi Bayi Berisiko Tinggi
AstraZeneca menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan industri dalam memperluas edukasi publik mengenai RSV.
“Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami, AstraZeneca berupaya melindungi mereka yang paling rentan, termasuk bayi yang berisiko tinggi mengalami infeksi RSV berat. Dengan edukasi berkelanjutan dan langkah pencegahan yang tepat, kami percaya setiap bayi dapat tumbuh dengan perlindungan lebih baik dan kualitas hidup yang optimal,” tutup Esra Erkomay, President Director AstraZeneca Indonesia.
Baca Juga: Dokter Ahli Ingatkan soal Pentingnya Vaksinasi MMR Sebelum Menikah atau Bepergian