Pemerintah terus putar otak mencari solusi menjinakan rupiah yang terus merosot dilibas Dolar Amerika Serikat.

Di tengah berbagai kebijakan yang diambil guna meredam kemerosotan rupiah yang susah menyentuh Rp18.000 per dolar, publik mulai mempertanyakan kondisi cadangan devisa Indonesia (cadev). 

Baca Juga: Sony Sonjaya Bongkar Nama Pejabat Terlibat Korupsi MBG: Pokoknya Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif Ada!

Pertanyaan itu mencul setelah isu yang cadangan devisa RI mulai menipis mengemuka dalam satu dua hari belakangan ini.

Menjawab keresahan itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan bahwa cadangan devisi saat ini dalam kondisi aman terkendali. 

Perry menegaskan, cadangan devisa sekarang ini masih melimpah ruah bahkan melampui standar kecukupan internasional yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF).

"Lebih dari cukup,” kata Perry dilansir Rabu (10/6/2026).

BI lanjut Perry selalu melakukan monitoring serta pengukuran secara berkala terhadap cadangan devisi RI. 

“BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup," bebernya.

Untuk mengetahui nilai cadangan devisa, BI menggunakan standar dan indikator internasional yang diterbitkan IMF, yaitu Adequacy Reserve Asset (ARA). Dengan standar itu BI bisa memetahkan kempuan cadangan devisa dalam menghadapi gejolak ekonomi dan tekanan di pasar keuangan.

"Berapa cadangan devisa untuk bisa meng-cover pelemahan rupiah yang dalam. Kami ukur-ukur itu dan sekarang masih lebih dari 115 persen," terangnya.

Selain melimpah, posisi cadangan devisa Indonesia saat ini dikalaim setara dengan pembiayaan sekitar enam bulan impor. Untuk itu dia meminta masyarakat tak panik dan tak termakan dengan kabar yang tak jelas sumbernya.

"Jadi jangan khawatir, jumlah cadangan devisa lebih dari cukup," tutupnya.

Perlu diketahui, cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan seiring merosotnya rupiah dalam beberapa waktu belakangan ini.

BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia turun menjadi 144,9 miliar dollar AS per Mei 2026. Angka tersebut berkurang dibandingkan bulan lalu sebesar 146,2 miliar dollar AS.

Baca Juga: Dua Kolonel Muncul di Pusaran Kasus Korupsi MBG, Demokrat Klarifikasi Hubungan AHY dan Sony Sonjaya

Adapun cadangan devisa per Mei 2026 setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut jauh di atas ambang batas kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.