PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dikenal sebagai salah satu konglomerasi tambang terbesar di Indonesia. Didirikan dan dimiliki oleh konglomerat Low Tuck Kwong, Bayan Resources kini memasuki babak baru setelah diakuisisi oleh Haji Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad.

Tepat pada 16 September 2026, Low Tuck Kwong bersama PT Jhonlin Baratama sebagai entitas bisnis dari Jhonlin Group milik Haji Isam resmi menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat. Perjanjian tersebut juga ditandatangani oleh Elaine Low yang juga menjadi pemegang saham pengendali Bayan Resources bersama Low Tuck Kwong.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Bank Mandiri Tembus Rp1.592 Triliun per Agustus 2026

Berkaitan dengan transaksi tersebut, Jenny Quantro selaku Direktur Bayan Resources menyampaikan bahwa perjanjian tersebut memuat beberapa kesepakatan terkait porsi kepemilikan Bayan Resources setelah akuisisi berlangsung. 

Ia menyampaikan bahwa Haji Isam akan mengambil alih hingga 10.000.000.500 lembar saham Bayan Resources. Jumlah tersebut setara dengan 30% dari kepemilikan saham Bayan Resources secara keseluruhan.

"Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan," jelas Jenny dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Minggu (20/9/2026).

Baca Juga: Duduki Singgasana Lagi, Kekayaan Prajogo Pangestu Salip Low Tuck Kwong dalam Sehari

Sebagai informasi, kabar akuisisi Bayan Resources oleh Haji Isam telah lama beredar di publik. Hanya saja, kepastian porsi akuisisi kali ini lebih rendah, di mana tak lebih dari 50%.

Adapun sebelumnya, Haji Isam dikabarkan berminat membeli hingga 62% saham Bayan Resources dengan nilai sebesar US$3 miliar. Meski pada akhirnya Haji Isam hanya mengakuisisi sebesar 30% saham Bayan Resources, manajemen menilai hal terseut tidak berdampak negatif secara material terhadap kondisi perusahaan.

"Akuisisi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, hukum, dan kondisi keuangan perusahaan," tambah Jenny.