Elon Musk Ikut Mengajarkan Putranya Bahasa Mandarin
Elon Musk juga mengambil langkah serupa. Melalui unggahan di platform X, Musk mengungkapkan bahwa putranya, X Æ A-Xii, sedang belajar bahasa Mandarin.
Walaupun tidak menjelaskan secara rinci metode pembelajarannya, keputusan tersebut dinilai selaras dengan hubungan erat Tesla dengan Tiongkok. Negara itu merupakan salah satu pasar terbesar Tesla sekaligus lokasi Gigafactory Shanghai yang menjadi bagian penting dari rantai produksi perusahaan.
Kedekatan keluarga Musk dengan Tiongkok juga terlihat ketika sang putra ikut mendampinginya dalam kunjungan bisnis ke Beijing.
Cucu Donald Trump Sudah Belajar Mandarin Sejak Usia 18 Bulan
Contoh lainnya datang dari keluarga Donald Trump. Arabella Kushner, putri Ivanka Trump dan Jared Kushner, dilaporkan mulai belajar bahasa Mandarin ketika baru berusia 18 bulan.
Kemampuannya menjadi sorotan dunia pada 2017 saat ia menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping menggunakan bahasa Mandarin, sekaligus menyanyikan lagu dan membacakan puisi berbahasa Mandarin dalam acara kunjungan kenegaraan di Amerika Serikat.
Banyak pengamat melihat momen tersebut sebagai bukti bahwa penguasaan bahasa dapat menjadi jembatan diplomasi sekaligus memperkuat hubungan antarbudaya.
Jeff Bezos Membekali Anak-Anaknya dengan Wawasan Global
Pendiri Amazon Jeff Bezos bersama mantan istrinya, MacKenzie Scott, juga dikenal memberikan pendidikan yang berorientasi global kepada keempat anak mereka.
Selain mempelajari metode Singapore Math, anak-anak Bezos dilaporkan memperoleh pelajaran bahasa Mandarin sebagai bagian dari pendekatan pendidikan yang bertujuan memperluas perspektif internasional sejak dini.
Meski keluarga Bezos jarang membahas kehidupan pribadi di ruang publik, sejumlah laporan menyebutkan bahwa kemampuan bahasa asing menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan anak-anak mereka.
Nah Growthmates, para akademisi menilai keputusan para miliarder tersebut tidak semata-mata didorong oleh kepentingan bisnis.
Kerry Brown, Profesor Studi Tiongkok sekaligus Direktur Lau China Institute di King's College London, mengatakan kepada ABC News bahwa posisi Tiongkok sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia membuat kemampuan berbahasa Mandarin menjadi investasi yang sangat relevan bagi siapa pun yang ingin berkarier di bidang bisnis maupun teknologi global.
Menurutnya, hubungan ekonomi dunia dengan Tiongkok akan tetap menjadi faktor penting dalam beberapa dekade mendatang.
Pandangan senada disampaikan Ning Zhang, Dosen Senior Studi Tiongkok di University of Adelaide. Ia menjelaskan bahwa AI memang dapat menerjemahkan kata-kata secara instan, tetapi tidak mampu menggantikan pemahaman budaya, empati, maupun hubungan antarmanusia yang terbentuk melalui proses mempelajari sebuah bahasa.
Belajar bahasa Mandarin, menurutnya, bukan hanya soal menguasai kosakata, tetapi juga memahami cara berpikir, nilai, dan budaya masyarakatnya.
Baca Juga: 9 Miliarder Dunia yang Sukses Besar Meski Tak Menyelesaikan Kuliah