Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Zulhas melontarkan candaan kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam HUT PAN ke-28 di Jakarta, Jumat (18/9) kemarin.

Ia mengaku berat untuk menjadi ketua umum partai, apalahi menjadi presiden. Karena itu, ia berharap kepada Bahlil agar Prabowo Subianto saja yang menjadi presiden.

"Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga. Ketum partai berat. Apalagi jadi presiden, apalagi presiden. Saya kira Pak Bahlil sama saya sepakat," cetus Zulhas.

Baca Juga: Prabowo ke Kader-Kader PAN: Awas Panggil Gue Mbah, Panggil Bang Bowo Aja!

"Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?" sambungnya.

Selain itu, ia pun juga menyinggung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang disebut masih mikir-mikir untuk maju menjadi calon presiden.

Baca Juga: Rekonsiliasi Jokowi-Megawati, Hasyim Sebut Gibran Batal Maju Pilpres 2029, Prabowo-Pramono Bakal Jadi Pasangan Potensial

"Bedanya sedikit, Pak Bahlil bersama saya mungkin enggak nyapres, kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak," cetusnya.

Sontak saja, Cak Imin pun terbahak-bahak.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa PAN merupakan kawan seperjuangan. Karena itu, ia meminta para kader PAN untuk memanggilnya dengan sapaan yang lebih akrab. Ia mengaku jika dirinya hadir secara formal sebagai presiden. Namun, di luar itu, ia ingin ditempatkan sebagai sosok yang dekat dengan PAN.

"Saudara-saudara sekalian saya merasa sulit untuk berbicara sebetulnya karena saya hadir di tengah-tengah kawan-kawan seperjuangan yang setia. Terimakasih kawan-kawan dari PAN," ujarnya.

"Saya lebih senang dianggap sebagai saudaramu sebagai abangmu. Jangan sebagai eyangmu," ujarnya.

"Aku suka, kalau kau panggil saya Bang Bowo. Awas, kalau leo manggil gue Mbah Bowo. Atau, Eyang Bow," sambungnya.

Lanjutnya, Prabowo menyebut dirinya bisa menerima sejumlah sapaan, seperti Kang Bowo atau Mas Bowo. "Bang Bowo oke, Kang Bowo oke, orang sunda mana orang sunda, kang boleh, yang lebih enak kalau dipanggil Mas Bowo. Awas ya lo manggil gue akik," cetusnya.