Pihak kepolisian resmi melakukan ekshumasi atau membongkar makam mendiang Sutrimo pada Rabu (12/8/2026). Hal ini dilakukan guna menyelidiki penyebab kematian pria yang sempat dikait-kaitkan dengan eks Jampidsus Febrie Adriansyah itu. Pemicu kematian mendadak yang dialaminya hingga kini masih misterius.

Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Yudi secara khusus menyoroti informasi mengenai busa yang sempat keluar dari mulut dan hidung korban saat ditemukan tewas. Namun jejak busa itu sudah tidak bisa ditemukan lagi saat ekshumasi.  

Baca Juga: Polisi Resmi Ekshumasi Makam Sutrimo, Febrie Adriansyah Tetiba Ngaku Almarhum Bukan Mantan Pegawainya: Dia Tinggal di Gedung Kosong

"Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada," kata Yudi dilansir Kamis (13/8/2026). 

Meski begitu dia mengatakan pihaknya tetap berusaha menemukan jejak busa tersebut lewat berbagai cara, busa yang keluar dari mulut dan hidung mendiang bisa memberi petunjuk untuk menyelidiki kasus kematian ini lebih jauh lagi.

"Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men-swab ya, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini," ucap dia.

"Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi ataupun dari pemeriksaan DNA-nya ataupun dari pemeriksaan histopatologinya," sambungnya.

Dalam proses ekshumasi itu, tim dokter forensik tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan pada tubuh bagian luar misalnya luka akibat benda tajam atau lebam karena benda tumpul.

Baca Juga: Mahfud MD Blak-blakan Soal Tukar Guling Kasus Korupsi MBG dan Kasus Febrie Adriansyah: Lihat, Sekarang Kasusnya Jadi Sepi!

"Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang di mana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam," ujar Prof Yudi.