Ketua Satgas Perumahan sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengaku ada beberapa pihak yang mencoba menyogok dirinya, dia mengatakan, pihak yang hendak menyuapnya adalah pengusaha besar yang mau memanfaatkan lahan milik negara untuk membangun apartemen premium. 

Pengusaha tersebut bahkan menjanjikan Hasim dengan tawaran menggiurkan yakni 500 hingga 1.000 unit apartemen yang dapat dijual dengan harga pasar.

Baca Juga: Dua Pekan Perang Iran, Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia?

"Ada yang bilang ke saya, Pak Hasyim, kita bisa untung lho. Di tempat-tempat strategis, Pak Hasyim bisa minta jahatan 1.000 apartemen, 500 apartemen. Nanti jual kita bisa dapat keuntungan lima kali. Ada yang ngomong begitu," kata Hashim dilansir Selasa (17/3/2026).

Kendati tawaran itu menjanjikan keuntungan pribadi yang berlipat ganda, namun Hashim dengan tegas menolaknya. Dia mengatakan seluruh aset negara harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan bangsa. 

Pembangunan rumah subsidi menjadi salah satu contoh pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik. Program tersebut ditujukan agar masyarakat dapat memperoleh hunian dengan harga terjangkau.

"Pak Prabowo sudah katakan beberapa kali, di depan saya dan di tempat lain, bahwa tanah milik BUMN itu adalah tanah milik rakyat Indonesia, sehingga tanah itu tidak boleh dijual dengan harga pasar," katanya

Hashim juga mengakui ada banyak upaya untuk memanfaatkan aset negara demi kepentingan komersial. Namun ia menegaskan pemanfaatan aset negara harus diarahkan untuk kepentingan bersama.

Baca Juga: Prabowo Panggil Luhut Cs Bahas Mitigasi Dampak Perang Iran

"Itu khusus subsidi perumahan, sudah petunjuk begitu. Karena terus terang saja, ada pihak yang mau ambil keuntungan dengan memanfaatkan nilai pasar dan sebagainya," pungkas Hashim.