Presiden RI, Prabowo Subianto menggelar rapat bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta sejumlah jajaran DEN untuk membahas langkah mitigasi dampak perang Iran bersama Israel dan Amerika Serikat (AS) yang sedang bergejolak sekarang ini.
Kepala Negara bersama DEN membahas banyak hal dalam pertemuan itu, mereka mencari jalan terbaik untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa dihadapi Indonesia termasuk ancaman guncangan ekonomi gara-gara perang tersebut.
Baca Juga: Prabowo Yakin Indonesia Mampu Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
"Presiden Prabowo menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait untuk membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Jumat (13/3/2026).
Selain itu pertemuan tersebut juga turut membahas cadangan energi nasional yang diklaim aman setidaknya hingga Idul Fitri 2026 mendatang. Pemerintah kini tengah menjajaki sejumlah skenario untuk menjaga pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali," ungkapnya.
Selain membahas stabilitas energi, Prabowo juga menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Salah satu fokus yang disampaikan Prabowo adalah percepatan program swasembada energi, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan energi global.
"Presiden juga menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial, untuk meningkatkan efisiensi belanja negara," ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang. Antisipasi dan kesiapan kebijakan dinilai penting, agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Didukung Jokowi, PSI Pede Raup Banyak Kursi DPR di Pemilu 2029
"Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga," pungkas Teddy.