Pneumonia, infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh virus influenza, merupakan salah satu penyakit berbahaya. Penyakit ini dialami dua sosok kenamaan dunia. Pertama, Paus Fransiskus selaku pemimpin umat katolik sedunia yang kini dikabarkan kondisi kesehatannya membaik, setelah dirawat lebih dari sebulan akibat pneumonia. Selain itu, aktris Meteor Garden, Barbie Hsu, diberitakan meninggal dunia karena influenza dan mengarah ke pneumonia.

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) memperhatikan kabar tersebut dan mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan paru-paru agar memiliki pertahanan kuat dari influenza. Hal itu menjadi topik yang dibahas dalam Live Instagram @ptkalbefarmatbk belum lama ini.

Baca Juga: Waspada Penyakit Menular Selama Lebaran, Ini 5 Checklist Kesehatan Agar Anak Gak Gampang Sakit

"Pneumonia adalah radang di jaringan paru dan disebabkan oleh virus influenza yang menimbulkan komplikasi bahkan kematian. Maka tolong sampaikan kepada keluarga, saudara-saudara, dan orang sekitar bahwa influenza bukanlah penyakit sesaat atau musiman, tapi terjadi sepanjang waktu. Memang peningkatan kasusnya terjadi di akhir tahun karena virus influenza sangat stabil di udara yang dingin dengan kelembapan yang rendah," ujar Dokter Spesialis Paru, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P. (K), dikutip Senin (24/3/2025).

Prof. Erlina menjelaskan, meskipun kelembapan udara di Indonesia termasuk tinggi, peningkatan influenza juga terjadi. Sebab, banyak wilayah yang memiliki sirkulasi udara kurang baik dan ventilasi ruangan tidak baik. Selain itu, mobilisasi manusia sangat tinggi, terutama di kota besar dan libur Lebaran. Penularan influenza dengan droplet atau percikan pernapasan melalui cairan dari hidung atau mulut, yaitu batuk, bersin, atau pilek.

Influenza kerap kali disalahartikan dengan common cold atau flu biasa ini. Padahal, gejala flu, ialah hidung berair, tersumbat, bersin, pilek, batuk, yang tidak terlalu berat; kadang-kadang disertai dengan demam ringan. Flu dapat sembuh dengan sendirinya atau self limiting disease. Sementara, jika terserang influenza, biasanya pasien mengalami demam yang lebih tinggi dan batuk yang lebih berat dibandingkan dengan common cold. Juga ada nyeri tenggorokan, pilek, nyeri otot, dan lain sebagainya. Selain itu, influenza memiliki komplikasi yang cukup menjadi perhatian karena menjadi berat, yaitu pneumonia.

"Secara umum, semua orang bisa tertular influenza, tetapi ada kelompok tertentu yang mudah tertular dan biasanya menjadi berat gejalanya. Satu adalah lansia, usia di atas 60 atau 65 tahun, karena lansia ini sistem imunnya sudah mulai turun. Jadi, kemampuan sistem imunitas tidak cukup optimal untuk menangkal penyakit," jelasnya.

Selain itu, ada anak-anak berusia di bawah 5 tahun, terutama anak di bawah 2 tahun, yang mudah terserang influenza. "Kalau orang tua tadi sistem imunnya sudah mulai menurun, pada anak-anak sistem imunnya belum terbentuk dengan sempurna atau masih dalam proses improvement. Kelompok lain, ibu hamil, orang-orang dengan komorbid (asma, PPOK, hipertensi, diabetes, atau berbagai komorbid lainnya). Lebih hati-hati lagi kalau sudah tua dan punya lebih dari dua komorbid," jelas Prof. Erlina.

Influenza ringan dapat sembuh sendiri dengan cukup istirahat, makan makanan yang bergizi seimbang, dan konsumsi obat-obatan yang mengurangi gejala. Namun, apabila mengalami influenza berat dan tidak segera ditangani, dapat menimbulkan komplikasi, yaitu bronchitis, pneumonia, bahkan terjadi penurunan kesadaran. Kondisi ini membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Prof. Erlina menekankan pentingnya menjaga diri dengan melakukan berbagai upaya pencegahan atau dengan menjaga sistem imun melalui healthy lifestyle, perilaku hidup yang sehat. Pertama, menjaga nutrisi harus seimbang; istirahat yang cukup; berolahraga, selama 2—3 kali seminggu secara teratur. Selain itu, penting untuk mengelola stres agar tidak berkepanjangan, serta berhenti merokok.

Ia menambahkan, vitamin dan mineral berfungsi sebagai antioksidan untuk menangani inflamasi atau peradangan yang disebabkan oleh virus. Antioksidan ada dalam vitamin C, vitamin E, vitamin B. Vitamin-vitamin ini juga bisa berfungsi sebagai imunomodulator, yakni untuk menambah kekuatan sistem imun atau kekebalan tubuh. Begitu juga dengan mineral, mulai dari magnesium, kalsium, kalium, zinc, selenium, dan lainnya. Baik vitamin maupun mineral, dapat melindungi sel-sel tubuh yang diserang oleh virus atau toxic yang berasal dari virus. Vitamin dan mineral bisa diperoleh dari konsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang cukup.

Namun, jika tidak cukup, sebaiknya dilengkapi dengan konsumsi multivitamin. "Ada baiknya kita mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral. Suplemen ini merupakan tambahan dalam kondisi kita tidak tahu kurang vitamin atau nutrisi atau asupan kurang bagus," tutur Prof. Erlina.

Suplemen dapat meningkatkan sistem imun, bisa juga sebagai imunomodulator atau untuk membantu tubuh melawan toxic yang berasal dari kuman maupun virus, dalam hal ini virus influenza. "Kalbe menyediakan beberapa produk unggulan yang bisa ikut membantu dalam menjaga kesehatan tubuh, khususnya untuk mencukupi mikronutrisi agar terlindung dari influenza. Ini adalah Zegavit, multivitamin dan mineral oral yang mengandung vitamin C dosis tinggi 750 mg (sesuai rekomendasi dokter), vitamin B kompleks, dan zink sebagai mineral," kata Product Executive Optima Maxima Kalbe, apt. Victorya Basule, S.Farm.

Vitamin C dosis tinggi dalam Zegavit berfungsi sebagai antioksidan untuk membantu menangkal radikal bebas sehingga bisa membantu tubuh untuk proses pencegahan dari virus influenza. "Ada penelitian bahwa zink membantu mempercepat proses pemulihan pasien yang terinfeksi virus dan pasien dengan keluhan saluran pernapasan. Maka komposisi vitamin dan mineral dalam Zegavit sudah lengkap. Cukup konsumsi satu kali sehari satu kaplet, untuk usia 12 tahun ke atas," tutup Victorya.