Kandungan karbohidrat kompleks berupa pati pada kentang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan karbohidrat sederhana. Hal ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus memberikan energi yang bertahan lebih lama.

Agar manfaatnya lebih optimal, pilih kentang yang direbus, dipanggang, atau ditumis, bukan digoreng. Hindari pula menyajikannya bersama makanan tinggi lemak seperti sosis atau bacon. 

Sebagai alternatif, Amidor menyarankan kentang dipadukan dengan telur orak-arik, daun bawang, yogurt Yunani, atau diolah menjadi tumisan kentang untuk menu sarapan yang lebih seimbang.

  1. Selai Kacang

Meski sering dihindari karena dianggap tinggi kalori, selai kacang sebenarnya bisa menjadi pilihan sarapan yang menyehatkan jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.

Menurut Kelsey Kunik, RDN, selai kacang kaya akan lemak sehat, protein, serta berbagai mikronutrien penting, seperti magnesium dan vitamin E. Kombinasi nutrisi tersebut tidak hanya membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, tetapi juga mendukung kebutuhan energi tubuh sepanjang hari.

Baca Juga: 5 Menu Sarapan Favorit Orang Indonesia, Ini Rating Menurut Menkes Budi Gunadi

"Lemak sehat dan protein dalam selai kacang membantu memberikan rasa kenyang sekaligus mendukung kecukupan nutrisi harian," jelas Kunik.

Kandungan lemak dan protein pada selai kacang juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama jika dipadukan dengan sumber karbohidrat seperti roti gandum atau bagel. Kombinasi ini membuat energi dilepaskan secara lebih bertahap sehingga tubuh tidak mudah lemas.

Meski demikian, karena kalorinya cukup tinggi, Kunik menyarankan untuk tetap memperhatikan porsi konsumsi. Dengan jumlah yang sesuai, selai kacang tetap bisa menjadi menu sarapan yang lezat sekaligus bergizi.