Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin membagikan penilaiannya terhadap lima menu sarapan yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia. Penilaian tersebut didasarkan pada kandungan gizi dari setiap menu, mulai dari sumber protein, karbohidrat, hingga kadar gula dan garam.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang dikutip Olenka pada Selasa (7/7/2026), Budi memberikan skor pada lima menu sarapan, yakni mi instan goreng, bubur ayam, rebus-rebusan, nasi uduk, dan sereal.

"Saya Menteri Kesehatan. Ini adalah lima sarapan khas orang Indonesia. Saya mau kasih nilai," ujar Budi dalam video tersebut.

Baca Juga: Sarapan Sudah Banyak, Kok Masih Lemas? Bisa Jadi Karena 5 Makanan Ini

Budi menjelaskan bahwa penilaian diberikan berdasarkan kualitas nutrisi yang terkandung dalam setiap menu, bukan semata-mata rasa atau popularitasnya.

1. Mi Instan Goreng – 2/10

Mi instan goreng memperoleh nilai 2 dari 10. Menurut Budi, menu ini didominasi oleh karbohidrat dan mengandung kadar garam yang tinggi, sementara kandungan protein dan seratnya relatif minim.

Oleh karena itu, ia menilai mi instan goreng kurang ideal untuk dijadikan menu sarapan sehari-hari.

2. Bubur Ayam – 4/10

Bubur ayam mendapat skor 4 dari 10. Budi menilai porsi ayam dalam sajian bubur umumnya sedikit, sehingga sebagian besar komposisinya masih didominasi bubur sebagai sumber karbohidrat.

Selain itu, tambahan kerupuk dan potongan cakwe juga dinilai semakin meningkatkan asupan karbohidrat tanpa diimbangi nutrisi lain dalam jumlah yang memadai.

Baca Juga: 6 Menu Sarapan Terbaik untuk Perlancar BAB Selain Oatmeal, Mau Coba Besok Pagi?

3. Rebus-rebusan – 9/10

Menu rebus-rebusan menjadi pilihan sarapan dengan nilai tertinggi, yakni 9 dari 10.

Menu ini terdiri atas jagung, kentang, edamame, ubi ungu, dan telur. Menurut Budi, kombinasi tersebut menyediakan karbohidrat kompleks, protein nabati dan hewani, serta relatif rendah kalori sehingga lebih seimbang dari sisi gizi.

4. Nasi Uduk – 7/10

Nasi uduk memperoleh skor 7 dari 10, dengan catatan disajikan bersama lauk seperti tahu, tempe, atau ayam.

Namun, apabila nasi uduk hanya disantap bersama bihun tanpa tambahan sumber protein, nilai gizinya dinilai menurun karena didominasi oleh karbohidrat.

Baca Juga: Sering Melewatkan Sarapan? Dokter Ahli Ungkap 7 Risiko Kesehatan yang Mengintai

5. Sereal – 1/10

Sereal menjadi menu dengan nilai terendah, yakni 1 dari 10.

Budi mengaku heran karena masih banyak orang tua yang menjadikan sereal sebagai menu sarapan utama anak. Menurutnya, banyak produk sereal mengandung gula yang tinggi dan tidak memberikan nilai gizi yang optimal apabila dikonsumsi sebagai sarapan.

Menkes menegaskan bahwa rating tersebut disusun berdasarkan kandungan nutrisi dalam setiap menu, termasuk keseimbangan antara karbohidrat, protein, serta kandungan gula dan garam.

Menurutnya, menu sarapan yang ideal sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mengandung protein yang cukup, karbohidrat kompleks, serta nutrisi lain yang dapat mendukung aktivitas sepanjang hari.