Deretan orang terkaya di dunia kembali diperbarui. Berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires per 5 Juli 2026 yang dikutip Olenka pada Senin (6/7/2026), total kekayaan 10 miliarder terkaya di dunia kini mencapai sekitar US$2,9 triliun. Seperti periode sebelumnya, para taipan teknologi masih mendominasi daftar tersebut.

Elon Musk kembali mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai US$997,1 miliar atau sekitar Rp17.937,8 triliun. Pendiri Tesla dan SpaceX itu masih unggul jauh dari para miliarder lain yang berada di bawahnya.

Baca Juga: Daftar 6 Orang Terkaya di Indonesia per Akhir Juni 2026, Sukanto Tanoto Geser Prajogo Pangestu

Posisi kedua ditempati oleh salah satu pendiri Google, Larry Page, dengan kekayaan sebesar US$293,4 miliar. Rekannya sesama pendiri Google, Sergey Brin, berada di peringkat ketiga dengan total kekayaan US$270,6 miliar.

Di urutan berikutnya ada pendiri Amazon, Jeff Bezos, yang memiliki kekayaan sekitar US$252,6 miliar. Sementara posisi kelima ditempati oleh pendiri Dell Technologies, Michael Dell, dengan kekayaan mencapai US$220,7 miliar.

Pendiri Meta, Mark Zuckerberg, berada di posisi keenam dengan total kekayaan US$200,2 miliar. Setelah itu, pendiri Oracle, Larry Ellison, menempati peringkat ketujuh dengan kekayaan sebesar US$184 miliar.

Baca Juga: Mengintip Spesifikasi Mercedes-Benz G63 AMG, Mobil Termahal di Garasi Menteri Terkaya Berharta Rp6 Triliun

Posisi kedelapan dihuni oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, yang kekayaannya mencapai US$168,6 miliar. Sementara Bernard Arnault beserta keluarganya, pemilik grup barang mewah LVMH, berada di peringkat kesembilan dengan kekayaan US$151,5 miliar.

Melengkapi daftar 10 besar adalah investor legendaris Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, dengan kekayaan bersih sekitar US$150,3 miliar.

Sektor Teknologi Masih Mendominasi

Daftar Forbes menunjukkan bahwa industri teknologi masih menjadi mesin utama pencipta kekayaan dunia. Dari 10 orang terkaya, tujuh di antaranya membangun sebagian besar kekayaannya dari perusahaan teknologi.

Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, semikonduktor, perangkat lunak, hingga e-commerce menjadi faktor yang terus mendorong kenaikan valuasi perusahaan-perusahaan teknologi global. Sementara itu, Bernard Arnault dan Warren Buffett menjadi dua nama di luar sektor teknologi yang berhasil menembus jajaran 10 besar.

Baca Juga: Prediksi Elon Musk: AI Bisa Bikin Manusia Tak Perlu Lagi Bekerja, Benarkah?

Elon Musk Sempat Menjadi Triliuner

Meski saat ini kekayaannya tercatat sekitar US$997,1 miliar, Elon Musk sempat mencatat sejarah pada pertengahan Juni 2026. Saat itu, penawaran saham perdana (IPO) SpaceX mendorong valuasi perusahaan antariksa tersebut melampaui US$2 triliun.

Lonjakan valuasi itu membuat kekayaan bersih Musk sempat diperkirakan mencapai sekitar US$1,1 triliun, sehingga ia menjadi orang pertama di dunia yang menyandang status triliuner.

Namun, seperti aset para miliarder lainnya, nilai kekayaan Musk terus bergerak mengikuti fluktuasi harga saham dan valuasi perusahaan yang dimilikinya.