Di balik berbagai mitos tersebut, dr. Dinda justru menekankan hal yang jauh lebih penting, yaitu menjaga kebersihan selama menstruasi.

Menurutnya, salah satu kebiasaan yang sering diabaikan adalah frekuensi mengganti pembalut. Ia menyarankan agar pembalut diganti secara rutin, minimal setiap empat jam sekali.

“Setidaknya harus 4 jam. Maksimal. Karena kelembapan udara justru akan meningkat. Kita tinggal di daerah tropis, banyak berkeringat, suhu udara tinggi, jadi daerah tersebut sering basah,” paparnya.

a juga menegaskan bahwa frekuensi ini berlaku baik saat aliran darah sedikit maupun banyak.

“Sedikit atau banyak darah, lebih baik diganti setiap 4 jam. Kebersihan juga harus diperhatikan," tandasnya.

Nah Growthmates, melihat pentingnya edukasi ini, WINGS Group Indonesia, Hers Protex, dan UNICEF Indonesia mengambil peran aktif melalui program edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) yang akan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026 di berbagai sekolah.

Program ini tidak hanya membekali remaja putri dengan pemahaman yang tepat tentang kesehatan dan kebersihan menstruasi, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih suportif, terbuka, dan inklusif.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan edukasi menstruasi tidak hanya berhenti pada pemahaman dasar, tetapi juga mampu mengubah cara pandang masyarakat, menghapus stigma, serta membantu remaja perempuan menjalani masa pubertas dengan lebih sehat, nyaman, dan percaya diri.

Baca Juga: UNICEF Ungkap Peran WASH dalam Mendukung Kesehatan Menstruasi di Sekolah