Edukasi seputar menstruasi masih menjadi hal yang penting, bahkan di tengah akses informasi yang semakin luas. Banyak remaja perempuan yang masih mempercayai berbagai mitos yang beredar turun-temurun, padahal tidak semuanya benar secara medis.
Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Dinda Derdameysia, Sp.OG., yang menekankan pentingnya pemahaman yang tepat agar remaja tidak salah kaprah dalam menyikapi perubahan tubuhnya.
Menurut dr. Dinda, mitos tentang menstruasi sudah ada sejak lama dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
“Banyak banget ya, dan itu kayaknya udah terjadi dari dulu banget, dari saya masih kecil juga udah ada,” terang dr. Dinda, saat acara Press Conference WINGS for UNICEF – Generasi Bersih Sehat Bersama Hers Protex, di IDN HQ - The Plaza Menara Global, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Salah satu mitos yang paling sering didengar, kata dr. Dinda, adalah larangan mencuci rambut saat menstruasi. Padahal, hal tersebut tidak memiliki dasar medis.
“Lagi haid, menstruasi keramas boleh, gunting kuku boleh. Nanti kalau haidnya lama jadi nggak keramas dong,” jelasnya.
Selain itu, anggapan bahwa perempuan tidak boleh berenang saat menstruasi juga termasuk mitos. dr. Dinda menjelaskan bahwa berenang tetap diperbolehkan, meski ada hal yang perlu diperhatikan.

“Bahkan berenang juga boleh. Karena sebenarnya kalau lagi menstruasi, berenang itu berhenti. Tapi mungkin di sinilah pentingnya kebersihan,” katanya.
Karena itu, dr. Dinda pun menyarankan agar aktivitas berenang dilakukan dengan memperhatikan kondisi, misalnya tidak saat aliran darah sedang sangat banyak.
Mitos lain yang cukup populer adalah larangan meminum air dingin saat menstruasi. Terkait hal ini, dr. Dinda menegaskan bahwa tidak ada hubungan langsung antara suhu minuman dengan sistem reproduksi.
“Itu sebenarnya lebih buat kenyamanan masing-masing aja ya. Karena sebenarnya bagian dari pencernaan itu terpisah dari bagian reproduksi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pilihan minum air dingin atau hangat kembali pada preferensi individu.
“Jadi lebih nyamannya gimana, ada yang lebih nyaman dengan air dingin, ada yang kalau lagi panas banget terus nggak minum air es kan juga nggak enak," terangnya.
Baca Juga: Dokter Ungkap Pentingnya Edukasi Menstruasi Sejak Dini untuk Kesehatan Remaja Putri