Dalam pertemuan bersama Tim Watts, Ketua Badan Kerja Sama Australia-Indonesia, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), menekankan pentingnya mengoptimalkan berbagai instrumen kerja sama bilateral Indonesia–Australia, termasuk Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dan Defence Cooperation Agreement (DCA).

Dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026), EBY mengatakan hubungan Indonesia dan Australia memiliki fondasi strategis yang kuat. Karena itu, berbagai perjanjian bilateral perlu terus diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi perekonomian, keamanan, pengembangan sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Baca Juga: Terima Policy Brief Mahasiswa Monash, Ibas Dorong Kebijakan Berbasis Riset

Dalam pertemuan tersebut, Tim Watts yang merupakan Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Australia-Indonesia turut menyampaikan pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui kerja sama parlemen yang lebih rutin dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti berbagai peluang untuk memperluas interaksi generasi muda kedua negara, termasuk melalui pendidikan dan pertukaran pengalaman.

Optimalisasi IA-CEPA untuk Memperluas Peluang Ekonomi

EBY memandang IA-CEPA sebagai instrumen penting untuk memperluas perdagangan, meningkatkan investasi, memperkuat kemitraan dunia usaha, serta membuka peluang lebih besar bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk bersaing di pasar Australia.

Baca Juga: Ibas: Koperasi Merah Putih Strategi Wujudkan Keadilan Ekonomi

Optimalisasi kerja sama tersebut perlu disertai peningkatan kapasitas industri nasional, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan industri bernilai tambah, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Kolaborasi ekonomi Indonesia–Australia juga perlu diarahkan pada sektor-sektor strategis yang memiliki potensi pertumbuhan, termasuk pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, inovasi, dan pengembangan industri berbasis penelitian.

Bagi EBY, keberhasilan kerja sama ekonomi tidak cukup diukur dari besarnya nilai perdagangan dan investasi, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda Indonesia.

Ia menilai, kolaborasi kedua negara perlu semakin mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan pemanfaatan peluang ekonomi yang dapat memperkuat daya saing Indonesia. Dengan demikian, kemitraan bilateral tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penguatan DCA dan Kepercayaan Strategis Kedua Negara

Di bidang pertahanan dan keamanan, Ibas Yudhoyono memandang pentingnya memperkuat komunikasi dan kepercayaan strategis Indonesia–Australia melalui kerangka kerja sama yang telah disepakati kedua negara, termasuk Defence Cooperation Agreement (DCA).

Kerja sama pertahanan yang berlandaskan saling menghormati kedaulatan, kepentingan nasional, dan prinsip hubungan bertetangga yang baik dapat mendukung stabilitas kawasan serta memperkuat kemampuan kedua negara dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.

Penguatan dialog antarlembaga, pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas, dan komunikasi yang berkesinambungan menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan pertahanan yang saling menguntungkan.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Watts juga menekankan pentingnya hubungan antarlembaga parlemen yang tidak hanya dibangun melalui kunjungan sesekali, tetapi melalui komunikasi dan interaksi yang berlangsung secara konsisten.

Ia menyampaikan keinginannya untuk mendorong kunjungan rutin antarkomite parlemen Australia dan Indonesia, termasuk membuka peluang pertukaran antara komite yang membidangi urusan luar negeri dan lembaga kerja sama antarparlemen kedua negara.

Menurut Tim Watts, hubungan jangka panjang akan semakin kuat apabila anggota parlemen dari kedua negara memiliki kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pandangan, dan bekerja sama secara berulang. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperdalam pemahaman bersama serta memperkuat kepercayaan dalam hubungan bilateral.

Edhie Baskoro menyambut baik dorongan tersebut. Ia menilai bahwa hubungan bilateral yang kokoh perlu ditopang oleh keseimbangan antara kerja sama ekonomi, hubungan antarmasyarakat, dan dialog strategis di bidang pertahanan.

Dorong Kemudahan Visa bagi Warga Indonesia

Selain kerja sama ekonomi dan pertahanan, EBY turut menyoroti pentingnya meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat Indonesia ke Australia, terutama bagi pelajar, akademisi, peneliti, pelaku usaha, wisatawan, dan keluarga yang memiliki hubungan lintas negara.

Dalam pertemuan tersebut, isu persyaratan visa pelajar menjadi salah satu perhatian utama. Berbagai tantangan, seperti persyaratan pembuktian kemampuan finansial, biaya awal pendidikan, dan pembayaran asuransi, dinilai dapat menjadi beban bagi calon mahasiswa Indonesia.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, Iman Adinugraha, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menekankan pentingnya kebijakan berbasis bukti dan penelitian untuk mendukung inovasi, tata kelola ekonomi, serta pengembangan industri Indonesia. Menurutnya, akses pendidikan di Australia juga perlu mendapat perhatian agar pelajar dan akademisi Indonesia memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan pengetahuan dan kapasitasnya.

Iman menyampaikan bahwa persyaratan visa pelajar, termasuk kebutuhan menyediakan dana di muka dan membayar asuransi sebelum memperoleh penggantian biaya beasiswa, dapat menjadi kendala bagi calon mahasiswa. Ia berharap komunikasi antarlembaga parlemen dapat membantu mendorong pembahasan mengenai sistem yang lebih memudahkan pelajar Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Tim Watts mengakui bahwa tantangan pengurusan visa pelajar merupakan persoalan yang kerap disampaikan kepadanya. Ia menjelaskan bahwa Australia menerapkan sistem visa yang berlaku secara umum bagi berbagai negara, sehingga terdapat ketentuan yang tidak mudah disesuaikan untuk setiap kelompok pemohon.

Meski demikian, Tim Watts menyebut adanya sejumlah program yang ditujukan untuk mendorong universitas Australia mendukung mahasiswa dari kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa mobilitas pelajar merupakan bagian penting dari hubungan Australia dan Indonesia.

“Saya memahami dan sering mendengar berbagai tantangan dalam memperoleh visa. Permintaan untuk belajar di Australia cukup tinggi, dan kami memahami betapa pentingnya hal tersebut bagi hubungan kedua negara,” demikian penjelasan Tim Watts dalam diskusi tersebut.