Ia menambahkan bahwa sistem migrasi Australia sedang menghadapi tekanan akibat tingginya volume permohonan setelah pandemi COVID-19. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan masa transisi yang diharapkan berangsur stabil dalam beberapa tahun mendatang.

EBY mendorong agar persoalan persyaratan dan biaya visa terus dibahas melalui komunikasi konstruktif dengan pihak terkait di Australia, sehingga tersedia proses yang lebih transparan, efisien, dan mudah dipahami tanpa mengabaikan ketentuan imigrasi yang berlaku.

Lebih luas, hubungan antarmasyarakat perlu diperkuat melalui sistem mobilitas yang mendukung kunjungan untuk kepentingan pendidikan, bisnis, penelitian, pariwisata, dan pertukaran budaya.

Kemudahan akses visa yang sesuai dengan ketentuan dan kategori perjalanan masing-masing diharapkan dapat mempererat hubungan masyarakat kedua negara, meningkatkan peluang kolaborasi, serta memperkuat pemahaman bersama.

EBY juga menilai bahwa semakin terbuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia dan Australia untuk belajar, berinteraksi, dan membangun jejaring, semakin besar pula peluang terciptanya hubungan bilateral yang kuat dalam jangka panjang.

Diplomasi Parlemen untuk Memastikan Manfaat Kerja Sama

Ibas Yudhoyono menegaskan bahwa parlemen memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan kerja sama bilateral, mendorong dialog antarlembaga, serta memastikan berbagai kebijakan dan perjanjian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui komunikasi rutin dan kunjungan timbal balik antaranggota parlemen, Indonesia dan Australia dapat bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan kebijakan, memperkuat kepercayaan, serta mengidentifikasi peluang kerja sama baru.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Watts menyampaikan komitmennya untuk mendorong peningkatan kerja sama parlemen melalui komunikasi dengan pimpinan parlemen dan Menteri Luar Negeri Australia. Ia memandang interaksi yang lebih rutin sebagai salah satu cara untuk membangun hubungan jangka panjang yang lebih erat antara kedua negara.

Bagi EBY, penguatan diplomasi parlemen juga harus berjalan seiring dengan kerja sama ekonomi, pertahanan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. IA-CEPA, DCA, serta penguatan mobilitas masyarakat merupakan bagian dari hubungan bilateral yang perlu dikembangkan secara terpadu. Kemitraan ekonomi membutuhkan konektivitas, stabilitas membutuhkan kepercayaan, dan hubungan jangka panjang membutuhkan interaksi antarmasyarakat yang semakin kuat.

Batik dan Songket sebagai Simbol Persahabatan Indonesia–Australia

Selain membahas agenda strategis, pertemuan tersebut juga diwarnai pertukaran cinderamata sebagai bagian dari diplomasi budaya kedua negara. EBY menyerahkan batik dan songket kepada Tim Watts sebagai simbol persahabatan sekaligus pengenalan kekayaan budaya Indonesia.

Dalam suasana hangat, EBY mengapresiasi Tim Watts yang tetap menyimpan batik Indonesia di ruang gantinya. Bagi Ibas, hal tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan personal yang mencerminkan hubungan baik antara Australia dan Indonesia, tidak hanya melalui perjanjian resmi, tetapi juga melalui penghargaan terhadap budaya masing-masing.

Tim Watts sendiri menunjukkan kedekatannya dengan Indonesia melalui kemampuannya memahami bahasa Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dapat memahami bahasa Indonesia lebih baik daripada berbicara, karena masih perlu waktu untuk menyampaikan gagasan secara lancar.

Kehadiran unsur budaya dan penggunaan bahasa Indonesia dalam pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pembahasan kebijakan dan kepentingan nasional, tetapi juga melalui interaksi personal yang membangun rasa saling mengenal dan menghormati.

Dengan memperkuat diplomasi parlemen, kerja sama ekonomi dan pertahanan, serta hubungan antarmasyarakat, Indonesia dan Australia diharapkan mampu membangun hubungan bertetangga yang semakin produktif, strategis, dan saling menguntungkan.