Pelaku Mulai Panik

Pasca penyerangan itu, pihak kepolisian mengatakan para pelaku mulai panik lalu sengaja menyebarkan foto hasil hasil editan artificial intelligence (AI)  ke media sosial yang viral beberapa hari lalu. 

"Pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan mengedarkan gambar atau rekayasa AI," ucap Iman.

"Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoax, karena itu hasil rekayasa AI. Kami duga ini adalah salah satu upaya jaringan dan pelaku sendiri untuk mengaburkan informasi untuk mengaburkan arah fakta hukum yang diperoleh," tandasnya.