Meski demikian, Prof. Zubairi menegaskan bahwa konsumsi bawang putih saja tidak cukup untuk menangani kasus kolesterol tinggi, terutama jika kadar kolesterol sudah berada pada tingkat yang berisiko.
"Jadi kalau kolesterolnya misalnya 270 kolesterol total, kalau kolesterol LDL-nya misalnya 190, maka konsumsi bawang putih tidak cukup," ujarnya.
Pada kondisi seperti itu, kata Prof. Zubairi, langkah yang lebih komprehensif diperlukan untuk mengendalikan kadar kolesterol.
Perubahan gaya hidup melalui pola makan sehat dan olahraga tetap menjadi fondasi utama, namun dalam banyak kasus pasien juga memerlukan terapi obat.
"Jadi harus mulai dengan diet, olahraga, dan obat. Obatnya terserah mau mulai simvastatin dulu boleh, atau atorvastatin boleh, atau obat yang terbaru," kata Prof. Zubairi.
Lebih lanjut, Prof. Zubairi pun mengimbau masyarakat untuk tidak menunda konsultasi medis jika memiliki kadar kolesterol tinggi.
Menurutnya, pengobatan yang tepat dan diminum secara teratur dapat memberikan manfaat besar dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
"Waktunya Anda ke dokter. Biasanya obat yang sederhana, simvastatin ataupun atorvastatin, kalau diminum teratur, bisa menurunkan kolesterol, dan karena itu menyebabkan risiko Anda untuk stroke, untuk serangan jantung, menjadi berkurang banget," tandasnya.
Baca Juga: Benarkah Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Kerusakan Ginjal? Ini Penjelasan Ahli