Bawang putih selama ini dikenal sebagai salah satu bahan alami yang dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan kadar kolesterol.
Tak sedikit orang yang memilih mengonsumsi bawang putih secara rutin sebagai alternatif alami untuk mengatasi kolesterol tinggi.
Namun, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, mengingatkan bahwa manfaat bawang putih dalam menurunkan kolesterol memang ada, tetapi efeknya relatif terbatas.
"Saya khawatir banget kan kolesterolku tinggi. Banyak teman dan juga keluarga menyarankan sering aja makan garlik bawang putih. Apa benar bawang putih bisa menurunkan kolesterol? Bisa, namun rata-rata tidak cukup," jelas Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (15/6/2026).
Menurut Prof. Zubairi, bawang putih memang mengandung sejumlah senyawa aktif yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Salah satunya, kata dia, adalah allicin (allicin), senyawa yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau dicincang.
"Mengurangi sedikit bisa, mengurangi sampai bagus sekali tidak bisa. Mengapa bisa menurunkan kolesterol? Pertama dia mempunyai enzim alisin, kemudian membantu juga asam empedu dipaksa untuk lebih cepat keluar, dan yang lain. Jadi memang benar bahwa mengkonsumsi bawang putih menurunkan kolesterol sedikit," jelasnya.
Baca Juga: Badan Kurus Bukan Jaminan Kolesterol Normal, Dokter Ahli Ungkap Penyebabnya
Meski demikian, Prof. Zubairi menegaskan bahwa konsumsi bawang putih saja tidak cukup untuk menangani kasus kolesterol tinggi, terutama jika kadar kolesterol sudah berada pada tingkat yang berisiko.
"Jadi kalau kolesterolnya misalnya 270 kolesterol total, kalau kolesterol LDL-nya misalnya 190, maka konsumsi bawang putih tidak cukup," ujarnya.
Pada kondisi seperti itu, kata Prof. Zubairi, langkah yang lebih komprehensif diperlukan untuk mengendalikan kadar kolesterol.
Perubahan gaya hidup melalui pola makan sehat dan olahraga tetap menjadi fondasi utama, namun dalam banyak kasus pasien juga memerlukan terapi obat.
"Jadi harus mulai dengan diet, olahraga, dan obat. Obatnya terserah mau mulai simvastatin dulu boleh, atau atorvastatin boleh, atau obat yang terbaru," kata Prof. Zubairi.
Lebih lanjut, Prof. Zubairi pun mengimbau masyarakat untuk tidak menunda konsultasi medis jika memiliki kadar kolesterol tinggi.
Menurutnya, pengobatan yang tepat dan diminum secara teratur dapat memberikan manfaat besar dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
"Waktunya Anda ke dokter. Biasanya obat yang sederhana, simvastatin ataupun atorvastatin, kalau diminum teratur, bisa menurunkan kolesterol, dan karena itu menyebabkan risiko Anda untuk stroke, untuk serangan jantung, menjadi berkurang banget," tandasnya.
Baca Juga: Benarkah Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Kerusakan Ginjal? Ini Penjelasan Ahli