Growthmates, bagi banyak orang, sebagian besar waktu dalam sehari dihabiskan dengan duduk, mulai dari bekerja di depan komputer, mengikuti rapat daring, berkendara, hingga bersantai sambil menatap layar gawai.

Meski telah menjadi rutinitas, kebiasaan ini ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele.

Dan, dikutip dari Times of India, Kamis (9/7/2026), para ahli mengingatkan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama penyakit jantung.

Masalahnya bukan karena tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat, melainkan ketika duduk menjadi aktivitas dominan selama delapan hingga sepuluh jam setiap hari tanpa diselingi gerakan yang cukup.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku sedentari atau terlalu banyak duduk berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, gangguan metabolisme, hingga kematian dini.

Bahkan, risiko tersebut tetap dapat dialami oleh orang yang rutin berolahraga apabila sebagian besar waktunya tetap dihabiskan dengan duduk.

Selain berdampak pada kesehatan fisik, terlalu lama duduk juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

Kurangnya aktivitas fisik diketahui berhubungan dengan meningkatnya rasa lelah, suasana hati yang kurang baik, dan menurunnya kesejahteraan secara keseluruhan.

Faktanya, penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menemukan cara sederhana untuk mengurangi dampak buruk tersebut.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Jantung