Guru Besar Kepemimpinan Bisnis di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Donald Crestofel Lantu, mengatakan bahwa karyawan yang loyal tidak melulu mencerminkan bahwa sebuah perusahaan itu merupakan tempat kerja ideal.

"Umumnya semakin rendah turnover itu menjadi KPI yang baik buat perusahaan, tapi bukan berarti karyawan yang loyal itu adalah indikasi bahwa perusahaan tersebut ideal," ungkap Donald kepada Olenka beberapa waktu lalu, dikutip pada Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Kenapa Pemimpin di Indonesia Tidak Punya Budaya Mundur dan Malu saat Melakukan Kesalahan?

Donald Lantu menjelaskan, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seorang karyawan untuk tetap bertahan di sebuah perusahaan.

Selain faktor kenyamanan dan kepuasan kerja, keputusan tersebut juga dapat dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi hingga minimnya motivasi untuk pindah ke perusahaan yang lebih baik.

"Mungkin ada beberapa perusahaan yang turnover karyawannya rendah karena mereka (karyawan) tidak punya pilihan untuk keluar ke tempat lain dengan berbagai keterbatasan, baik dari kompetensi, inovasi, maupun motivasi," tambahnya.

Baca Juga: Kenapa Kanker Banyak Menyerang Gen Z?

Ia menilai bahwa loyalitas karyawan perlu ditinjau secara komprehensif dan tidak semata diukur dari durasi masa kerja. Perusahaan perlu memperhatikan kontribusi, produktivitas, serta nilai tambah yang diberikan oleh seorang karyawan.

Jadi, apabila ada karyawan yang loyal namun memiliki kontribusi rendah maka bisa berarti ada masalah yang terjadi di dalam tubuh perusahaan tersebut.