Bagi orang yang tidak memungkinkan untuk berjalan setelah makan, dr. Vardian menyarankan alternatif berupa soleus push-up, yaitu gerakan sederhana yang dilakukan sambil duduk dengan cara mengangkat dan menurunkan tumit secara berulang, sementara telapak kaki tetap menempel di lantai.

"Kalau kalian nggak bisa jalan, ya udah. Kita kenalan sama yang namanya soleus push-up. Kalian cukup duduk, kaki tetap menempel, kemudian naik-turunkan tumit secara berulang, teman-teman. Percaya nggak percaya? Otot soleus yang ada di betis ini metabolik aktif banget," ujarnya.

dr. Vardian pun menambahkan, penelitian pada 2025 juga menemukan bahwa kontraksi otot soleus secara berulang pada individu dengan prediabetes mampu memberikan manfaat yang signifikan terhadap pengendalian gula darah.

"Bahkan di studi 2025, ada orang dengan prediabetes yang melakukan kontraksi soleus secara berulang. Pada tes toleransi glukosa, dapat menurunkan gula kurang lebih 32%," ungkap dr. Vardian.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebiasaan berjalan santai atau melakukan soleus push-up bukanlah "jalan pintas" yang membuat seseorang bebas mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan pola makan.

"Jadi, praktisnya kalau habis makan, jangan langsung duduk, apalagi rebahan. Yuk, kita mulai jalan santai 10-15 menit. Duduk, kemudian jin-jin-jin-jin. Tapi ingat, ini bukan cheat code buat makan bebas. Pola makan tetap harus dijaga. Karena buat jaga gula darah, kadang yang dibutuhkan bukan olahraga yang ekstrem, tapi kegiatan kecil yang dilakukan secara konsisten," tutupnya.

Baca Juga: Baru Mulai Olahraga? Dokter Jantung Bagikan Cara Aman agar Jantung Tidak Kaget