Banyak orang terbiasa langsung duduk atau bahkan rebahan setelah makan. Padahal, kebiasaan sederhana yang dilakukan beberapa menit setelah makan ternyata dapat memberikan dampak besar terhadap kadar gula darah.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan kompetensi komprehensif dalam penanganan penyakit metabolik, gastroenterologi, hepatologi, serta penyakit imunologi, dr. Vardian Mahardika, M.Biomed, SpPD, AIFO-K, mengungkapkan bahwa berjalan santai selama 10-15 menit setelah makan dapat membantu tubuh mengendalikan lonjakan gula darah secara alami.
"Kalau kalian habis makan, jangan langsung duduk atau rebahan. Coba aja jalan santai 10-15 menit. Tapi kalau mager, jinggit-jinggit aja sambil duduk. Percaya nggak percaya itu bisa ngontrol gula darah kalian," papar dr. Vardian, dikutip dari laman Instagram pribadinya @vardiandika, Kamis (6/8/2026).
dr. Vardian mengungkapkan, setelah mengonsumsi makanan, terutama yang mengandung karbohidrat, kadar gula darah akan meningkat dengan cepat. Pada saat itulah otot berperan penting dalam membantu menyerap glukosa dari aliran darah.
"Jadi, begitu kita makan, terutama karbohidrat, gula darah kita itu bakal naik langsung. Nah, otot itu ibarat kata dia spons besar buat glukosa. Begitu otot berkontraksi, dia langsung menarik dan menggunakan glukosa menjadi energi. Jadi, gula yang awalnya ada di dalam darah cepat masuk ke dalam otot. Menariknya, proses ini tuh nggak bergantung penuh terhadap insulin," ungkapnya
Menurut dr. Vardian, temuan sejumlah penelitian pada 2025 menunjukkan bahwa aktivitas ringan seperti berjalan santai selama sekitar 10 menit setelah makan mampu menurunkan kadar gula darah lebih baik dibandingkan langsung duduk diam.
"Di studi tahun 2025 ini menunjukkan, kalau jalan santai 10 menit aja bisa menurunkan gula darah dibandingkan kalau kalian duduk. Jadi, nggak perlu pace cepat-cepat. Nyider aja, teman-teman," katanya.
Baca Juga: Sering Sakit Kepala Sebelum Haid? Dokter Ahli Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya
Bagi orang yang tidak memungkinkan untuk berjalan setelah makan, dr. Vardian menyarankan alternatif berupa soleus push-up, yaitu gerakan sederhana yang dilakukan sambil duduk dengan cara mengangkat dan menurunkan tumit secara berulang, sementara telapak kaki tetap menempel di lantai.
"Kalau kalian nggak bisa jalan, ya udah. Kita kenalan sama yang namanya soleus push-up. Kalian cukup duduk, kaki tetap menempel, kemudian naik-turunkan tumit secara berulang, teman-teman. Percaya nggak percaya? Otot soleus yang ada di betis ini metabolik aktif banget," ujarnya.
dr. Vardian pun menambahkan, penelitian pada 2025 juga menemukan bahwa kontraksi otot soleus secara berulang pada individu dengan prediabetes mampu memberikan manfaat yang signifikan terhadap pengendalian gula darah.
"Bahkan di studi 2025, ada orang dengan prediabetes yang melakukan kontraksi soleus secara berulang. Pada tes toleransi glukosa, dapat menurunkan gula kurang lebih 32%," ungkap dr. Vardian.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebiasaan berjalan santai atau melakukan soleus push-up bukanlah "jalan pintas" yang membuat seseorang bebas mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan pola makan.
"Jadi, praktisnya kalau habis makan, jangan langsung duduk, apalagi rebahan. Yuk, kita mulai jalan santai 10-15 menit. Duduk, kemudian jin-jin-jin-jin. Tapi ingat, ini bukan cheat code buat makan bebas. Pola makan tetap harus dijaga. Karena buat jaga gula darah, kadang yang dibutuhkan bukan olahraga yang ekstrem, tapi kegiatan kecil yang dilakukan secara konsisten," tutupnya.
Baca Juga: Baru Mulai Olahraga? Dokter Jantung Bagikan Cara Aman agar Jantung Tidak Kaget