4. Lippo Group
Mendirikan Lippo Group sejak tahun 1950-an, Mochtar Riady tidak lagi menjabat dalam bisnis keluarganya tersebut sejak tahun 2005. Dia mempercayakan kelangsungan bisnis Lippo kepada anak-anaknya, yakni James Riady dan Stephen Riady.
Tak berhenti di generasi kedua, generasi ketiga Lippo Group saat ini juga tercatat aktif dalam pengembangan bisnis Lippo. Salah satu nama yang diyakini akan meneruskan kepemimpinan Mochtar Riady adalah John Riady yang merupakan anak James Riady. John merupakan lulusan Filsafat Politik dan Ekonomi dari Universitas Georgetown, MBA dari Wharton School of Business (Palmer Scholar) dan Juris Doctor dari Columbia University Law School. Dia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
Tak hanya menjabat sebagai CEO Lippo Karawaci, John Riady juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Siloam Internasional Hospitals Tbk dan Komisaris Matahari Department Store Tbk. Dia juga merupakan anggota dari Indonesian APEC Business Advisory Council (ABAC), Dewan Eksekutif Wharton Business School Asia, serta Pemimpin Global Muda Forum Ekonomi Dunia (YGL).
Baca Juga: Kerajaan Bisnis Harita Group: dari Pertambangan hingga Sekuritas
5. Bakrie Group
Bakrie & Brothers atau yang lebih dikenal sebagai Bakrie Group awalnya didirikan oleh Achmad Bakrie pada tahun 1942. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 1989.
Selepas kepemimpinan Achmad Bakrie, bisnis keluarga ini diteruskan oleh Aburizal Bakrie yang melepas jabatannya di tahun 2004 untuk meneruskan karier politiknya. Sempat menjabat sebagai Menko Perekonomian dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia pada 2005-2009, mantan Ketua Umum Partai Golkar periode 2009-2014 ini tercatat sebagai anggota Dewan Kehormatan Yayasan Bakrie Amanah. Meneruskan sang ayah dan kakeknya, kepemimpinan Bakrie Group kini dipegang oleh Anindya Novyan Bakrie, putra sulung Aburizal Bakrie.
Anindya Novyan Bakrie yang lahir pada 10 November 1974 ini menjabat sebagai Direktur Utama/CEO Bakrie & Brothers (BNBR). Selain itu, dia juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bakrie Global Ventura sejak 2012, Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk sejak 2014, Presiden Komisaris PT Intermedia Capital Tbk sejak 2013, Komisaris PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk sejak 2012, serta Presiden Komisaris PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Dia juga menjabat Dewan Pembina Yayasan Bakrie Amanah.
6. Sampoerna Group
Berawal dari Liem Seeng Tee, Sampoerna Group kini menapaki perjalan hingga generasi keempat. Saat itu, seiring peraturan dari pemerintah untuk mengubah nama China, nama Liem diganti menjadi Sampoerna. Dia pertama kali menjual rokok hasil racikannya pada tahun 1913 di warung kelontong yang diberi nama Handelman Maatschappij (HM) Liem Seeng Tee.
Sampoerna kemudian memberi nama rokok hasil racikanmya dengan Dji Sam Soe. Bisnis keluarga ini makin membesar usai dikelola oleh anak pertama Sampoerna, yakni Liem Swie Hwa alias Adi Sampoerna. Selanjutnya, bisnis Sampoerna Group diambil alih oleh anak Adi Sampoerna, yakni Putera Sampoerna. Pria kelahiran Belanda, tepatnya di Schiedam, pada 13 Oktober 1947 ini mengenyam pendidikannya di Diocesan Boys School, Hong Kong dan di Melbourne, Australia, serta berkuliah di University of Houston, Texas, Amerika Serikat.
Usai kembali ke Indonesia, Putera menjabat sebagai CEO HM Sampoerna menggantikan ayahnya pada 1986. Di bawah kepemimpinannya, HM Sampoerna terus berekspansi hingga tahun 1900 disebut sebagai tahun ekspansi Sampoerna Group.
Singkat cerita, kepemimpinan dalam Sampoerna Group dilanjutkan oleh Michael Joseph Sampoerna yang merupakan anak dari Putera Sampoerna. Michael menduduki jabatan Presiden Direktur PT HM Sampoerna pada tahun 2000 setelah menggantikan ayahnya yang pensiun.
Pria kelahiran 23 Agustus 1978 ini mengenyam pendidikan di Millfield School, Somerset, Inggris, kemudian melanjutkan studi di London School of Economics dengan fokus bisnis dan keuangan. Dia kembali ke Indonesia pada tahun 1998.