Menurut Dr. Bukhari, risiko berbagai kondisi ini meningkat drastis pada penderita diabetes yang tidak terkontrol.

Yang membuat kondisi ini berbahaya adalah sifatnya yang 'sunyi'. Banyak orang merasa penglihatannya baik-baik saja, padahal kerusakan sudah berjalan.

Ketika gejala mulai muncul, biasanya berupa penglihatan kabur, munculnya bintik-bintik gelap atau bayangan melayang, kesulitan melihat di malam hari, atau perubahan penglihatan yang terjadi tiba-tiba. Pada tahap ini, penanganan menjadi lebih kompleks.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa hampir setengah penderita penyakit mata akibat diabetes tidak menyadari kondisi mereka pada fase awal. Ini menjelaskan mengapa banyak kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap lanjut.

Diabetes juga jarang bekerja sendirian. Ia memicu reaksi berantai dalam tubuh. Gula darah tinggi merusak pembuluh darah, tekanan darah tinggi memperburuk tekanan pada dinding pembuluh, kolesterol tinggi menghambat aliran darah, dan kebiasaan merokok mengurangi suplai oksigen. Kombinasi ini menciptakan kondisi ideal bagi kerusakan mata yang semakin cepat.

Namun, ada kabar baik. Sebagian besar kerusakan ini sebenarnya bisa dicegah atau setidaknya diperlambat. Kuncinya terletak pada konsistensi dalam menjaga kesehatan.

Mengontrol kadar gula darah tetap dalam batas normal menjadi langkah utama. Pemeriksaan rutin seperti HbA1c membantu memantau kondisi dalam jangka panjang.

Pola makan sehat yang kaya serat, aktivitas fisik teratur, serta pengelolaan stres juga berperan besar dalam menjaga kesehatan pembuluh darah, termasuk yang ada di mata.

Yang tak kalah penting adalah pemeriksaan mata secara berkala. Bahkan ketika penglihatan terasa normal, pemeriksaan tahunan dapat mendeteksi perubahan kecil sebelum berkembang menjadi masalah serius.

Seperti yang ditegaskan Dr. Bukhari, menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang direkomendasikan adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi pada mata.

Baca Juga: Tren Diabetes Usia Muda Meningkat, Ini Penjelasan Dokter Ahli