Banyak orang beranggapan bahwa tubuh yang kurus identik dengan kondisi kesehatan yang baik, termasuk kadar kolesterol yang normal. Tak sedikit pula yang merasa heran ketika hasil pemeriksaan menunjukkan kolesterol tinggi meski jarang mengonsumsi makanan berminyak dan memiliki berat badan ideal.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Ia menegaskan bahwa tubuh kurus bukan jaminan seseorang terbebas dari masalah kolesterol tinggi.

"Jadi kurus tidak menjamin kolesterol normal," terang Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (9/6/2026).

Prof. Zubairi menuturkan bahwa selama ini kolesterol tinggi memang lebih sering dikaitkan dengan obesitas. Namun, kondisi tersebut juga bisa dialami oleh orang yang memiliki tubuh ramping, bahkan atlet sekalipun.

"Kalau orang obesitas kolesterolnya tinggi itu biasa. Tapi orang kurus juga bisa. Mengapa? Pertama, faktor genetik," tuturnya.

Menurut Prof. Zubairi, faktor keturunan menjadi salah satu penyebab utama yang sering tidak disadari. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi berisiko mengalami kondisi serupa meskipun menjaga berat badan tetap ideal.

"Kalau di keluarga banyak yang kolesterolnya tinggi, maka kita juga ada kemungkinan kolesterolnya tinggi. Itu yang pertama, genetik," jelasnya.

Prof. Zubairi mengatakan, selain faktor genetik, pola makan sehari-hari juga memiliki pengaruh besar terhadap kadar kolesterol dalam darah. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh maupun minuman dengan kandungan gula tinggi dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

"Kalau kita biasa makan yang lemak jenuh, kemudian kalau kita biasa minum-minuman berpemanis, fruktosa tinggi, maka ada kecenderungan untuk kolesterol tinggi," tutur Prof. Zubairi.

Baca Juga: Sering Melewatkan Sarapan? Dokter Ahli Ungkap 7 Risiko Kesehatan yang Mengintai