Ia mengungkapkan bahwa tidak sedikit pengajuan PSR yang membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga seluruh proses dan pencairannya selesai.
Karena itu, kata dia, percepatan layanan dan penyederhanaan proses menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan lebih cepat oleh petani.
“Sebenarnya persoalannya bukan karena petani yang ingin mengakses Program PSR masih sedikit. Minat petani sudah cukup tinggi, tetapi yang menjadi kendala adalah prosesnya. Tidak jarang pengajuan dilakukan pada tahun ini, namun proses pencairan atau penyelesaiannya baru selesai dua tahun kemudian,” jelasnya.
Kemudian, Djono menekankan bahwa percepatan tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, banyak persyaratan administrasi yang harus diproses di tingkat kabupaten sehingga dukungan dinas perkebunan daerah menjadi sangat krusial dalam memperlancar pelaksanaan program.
Selain persoalan administrasi, APKASINDO juga menyoroti pentingnya kepastian berusaha bagi petani sawit. Isu status lahan yang masih beririsan dengan kawasan hutan dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian petani enggan berinvestasi kembali di kebunnya.
“Selama masih ada persoalan mengenai kebun petani yang terindikasi berada di dalam kawasan hutan, banyak petani menjadi ragu untuk melakukan investasi kembali di kebunnya. Bahkan, bukan hanya untuk mengikuti Program PSR atau melakukan peremajaan, untuk membeli pupuk saja sebagian petani masih berpikir berkali-kali,” ungkap Djono.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepastian berusaha merupakan kebutuhan mendasar bagi petani sawit.
Dengan adanya kepastian hukum dan dukungan kebijakan yang jelas, lanjuc dia, petani akan lebih percaya diri untuk melakukan investasi jangka panjang guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga mereka.
“Oleh karena itu, kepastian berusaha menjadi hal yang sangat penting karena kelapa sawit merupakan sumber penghidupan utama bagi banyak petani dan keluarganya,” tutup Djono.
Baca Juga: BPDP dan RPN Dorong UMKM Olah Minyak Sawit Jadi Pangan Sehat Bernilai Tambah