Politisi PDI-Perjuangan Mohamad Guntur Romli melontarkan kritik pedas terhadap implementasi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dia mengatakan salah satu program kesayangan Presiden Prabowo Subianto itu telah menguras anggaran negara hingga ratusan triliun, namun pelaksanaannya justru amburadul. 

Kacaunya pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih ini terkonfirmasi dari letak koperasi yang menurutnya tak masuk akal, dia mengatakan titik Kopdes Merah Putih banyak ditemukan di dalam hutan, di dalam danau bahkan di tengah laut. Data sosial letak Kopdes Merah Putih itu diketahui dari data resmi milik pemerintah yang dipublikasikan data Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Baca Juga: Ketua AKSES Beberkan Urgensi Distribusi Barang dan Bantuan Masyarakat lewat Koperasi Merah Putih

"Rp106 Triliun Ludes, Ribuan Kopdes Merah Putih Malah Numpang di Hutan, Sungai, Danau dan Tengah Laut? Hasil kerja Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi (Stranas PK) mengungkap 16.734 lokasi Kopdes tercatat di kawasan hutan, 102 di sungai dan danau, dan 118 di laut," tulis Guntur Romli di akun X pribadinya dilansir Olenka.id Jumat (18/9/2026).

Lantaran tidak jelas pelaksanaannya, Guntur Romli mengatakan Program Koperasi Desa Merah Putih adalah program yang hanya menghabis-habiskan anggaran negara. Jika Program Makan Bergizi Gratis identik dengan keracunan, maka Program Koperasi Desa Merah Putih adalah program pemborosan.

"Kalau MBG identik dengan kejadian keracunan, sementara KDMP identik dengan proyek pemborosan," ujarnya. 

Guntur Romli menekankan perlunya verifikasi lokasi dan data spasial, serta pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran proyek yang dinilai masih minim unit yang siap beroperasi.

Sementara itu, pihak Agrinas menyatakan bahwa secara riil di lapangan, lokasi yang benar-benar bermasalah atau salah penempatan hanya sekitar sembilan titik. Selebihnya, menurut mereka, merupakan kesalahan teknis dalam pembacaan data koordinat atau dampak dari penyebaran ulang informasi di media sosial secara masif.

Baca Juga: Banyak Menteri yang Layak Diganti, tapi Prabowo Malah Pecat Purbaya, Mas Teddy Nyeletuk: Harusnya Ganti Pengamat yang Miskin Data

Senada dengan itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut jumlah gerai yang berada di lokasi tidak ideal kurang dari 10 titik dari total puluhan ribu unit yang telah dibangun.