Minyak sawit tidak hanya dikenal sebagai bahan baku industri, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai bahan pangan sehat yang dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah. Melalui inovasi teknologi dan hasil riset, komoditas strategis ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghadirkan produk pangan yang lebih beragam sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sawit nasional.
Pesan tersebut menjadi fokus dalam Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan diselenggarakan PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) pada 22–23 Juli 2026 di Medan.
Sebanyak 46 pelaku UMKM dari Kota Medan dan sekitarnya mengikuti kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Medan dan AVROS Guest House PPKS. Selama dua hari, peserta mendapatkan edukasi mengenai manfaat minyak sawit sebagai bahan baku pangan sehat sekaligus pelatihan mengembangkan produk, mengurus perizinan, membangun merek, hingga memasarkan produk melalui platform digital.
Baca Juga: BPDP, Ditjenbun, dan PT RPN Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit Muara Enim Lewat SDMP 2026
Workshop menghadirkan peneliti PPKS, akademisi Universitas Sumatera Utara, praktisi bisnis, serta narasumber dari berbagai instansi yang mengupas potensi hilirisasi sawit dari aspek teknologi, keamanan pangan, hingga peluang pasar.
Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Dr. Winarna, mengatakan hilirisasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional. Menurutnya, berbagai inovasi hasil penelitian perlu diterapkan secara luas agar mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
"Kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah tinggi. Melalui workshop ini kami ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan oleh masyarakat dan UMKM menjadi peluang usaha yang nyata," ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta dikenalkan pada beragam produk turunan minyak sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, seperti minyak makan merah, margarin, shortening, hingga cocoa butter substitute (CBS). Materi juga membahas konsep pangan sehat berbasis minyak sawit serta peluang diversifikasi produk yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pasar.
Selain teori, peserta memperoleh pembekalan mengenai regulasi perizinan pangan, strategi membangun identitas merek, hingga pemasaran digital agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing lebih tinggi. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong UMKM tidak hanya memproduksi pangan, tetapi juga mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta mengunjungi Galeri Riset Sawit dan mengikuti demonstrasi pemanfaatan minyak sawit padat serta minyak makan merah di Oil Palm Education Center (OPEC) PPKS. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana inovasi hasil penelitian dapat diterapkan menjadi produk pangan yang siap dikembangkan secara komersial.
Dukungan BPDP terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hilirisasi sawit melalui pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM. Pemanfaatan inovasi hasil riset diharapkan mampu memperluas diversifikasi produk berbasis minyak sawit sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.
Senior Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Anwar Sadat, mengatakan BPDP terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pengembangan SDM dan pendampingan usaha.
"BPDP memiliki banyak program dukungan kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi kegiatan, hingga berbagai bentuk dukungan lainnya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan menghasilkan produk-produk bernilai tambah berbasis kelapa sawit," katanya.
Melalui sinergi BPDP, PT RPN, PPKS, akademisi, dan pelaku usaha, workshop ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman masyarakat bahwa minyak sawit bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi juga bahan baku pangan yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi aneka produk sehat dan bernilai ekonomi tinggi. Dengan semakin banyaknya inovasi yang diadopsi UMKM, hilirisasi sawit diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, memperluas pasar produk pangan berbasis sawit, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.