Presiden RI, Prabowo Subianto mendorong penghematan penggunaan energi di berbagai sektor  untuk mengantisipasi kenaikan harga energi global imbas perang Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel. Langkah penghematan itu diambil untuk menjaga pasokan energi nasional di tengah situasi geopolitik yang dinamis sekarang ini. 

Pernyataan Prabowo terkait hal itu disampaikan ketika memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (19/3/2026). 

Baca Juga: Perang Iran- AS dan Israel Masih Lanjut, Pemerintah Putar Otak Susun Skenario Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

"Presiden membahas langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor, sebagai antisipasi atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dapat mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya Jumat (20/3/2026).

Lebih lanjut, Presiden menginstruksikan agar kebijakan efisiensi energi difokuskan pada sektor-sektor spesifik yang memiliki dampak signifikan terhadap konsumsi energi nasional, guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah, untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Dua Pekan Perang Iran, Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia?

Melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah berupaya memastikan kebijakan penghematan energi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.