Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sedang mencari cara supaya Compressed Natural Gas (CNG) dapat digunakan secara massal menggantikan keberadaan Petroleum Gas (LPG). 

CNG pada dasarnya merupakan gas seperti LPG, hanya pemakaiannya di Indonesia belum terlampau umum. Bahlil mengatakan, di beberapa sektor CNG sudah mulai digunakan belakangan ini seperti hotel, restoran, serta beberapa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Amien Serang Prabowo dan Mayor Teddy, Menteri Pigai: Ini Bukan Kebebasan Berpendapat, Ini Pelanggaran HAM

“Kemudian munculah ide untuk kita bikin CNG, CNG ini adalah sama juga gas, tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran dan beberapa MBG-MBG,” kata Bahlil  dilansir Senin (4/5/2026). 

Lebih lanjut, Bahlil menyebut pemerintah tengah menyiapkan pengembangan CNG untuk segmen lainnya, termasuk sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram.

“Tetapi untuk yang 3 kilogramnya Ini baru mau dibuat dan ini costnya lebih murah 30-40%,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui implementasi program tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, baik dari sisi infrastruktur, distribusi, hingga kesiapan pasar.

Ketua Partai Golkar ini menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada efisiensi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini tantangannya juga banyak, saya bilang tidak ada urusan untuk efisiensi kebaikan dan pelayanan rakyat apapun kita pertaruhkan untuk kita wujudkan agar kita mandiri,” ujar Bahlil.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah terus merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi penggunaan gas domestik demi mencapai kemandirian energi.

Salah satu alternatif energi dalam negeri yang sedang dikaji adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri.

Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan saat ini rencana pemanfaatan CNG masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya akan segera memfinalisasi agar kemandirian energi dapat terwujud.

Baca Juga: Janji Prabowo di May Day 2026: Saya Bersumpah Bela Buruh dan Rakyat Kecil

"Sekarang lagi masih dalam pembahasan, yang tadi saya laporkan, adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan," kata Bahlil dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (29/4/2026).