Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada energi paling lambat pada 2029. Sekarang ini pemerintah tengah melakukan berbagai upaya demi mencapai target tersebut salah satunya adalah pengurangan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) fokus pada energi terbarukan yang semuanya diproduksi dalam negeri.
Prabowo menilai kemandirian energi menjadi salah satu kunci sukses dalam pembangunan nasional, jadi target swasembada energi mesti dikebut secara serius.
Baca Juga: Biografi Dody Hanggodo: Profesional yang Dipercaya Prabowo Mengurus Infrastruktur Nasional
"Swasembada energi target kita akhir 2029, paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, ya kita akan bekerja cepat," kata Prabowo dilansir Kamis (30/4/2026).
Presiden Prabowo menyebut Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang sangat besar. Kekayaan alam tersebut sebagai karunia besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.
"Kita optimistis. Yang Mahakuasa memberi karunia kita sumber-sumber yang luar biasa," katanya.
Namun, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa potensi tersebut tidak akan berarti tanpa pengelolaan yang baik dan komitmen kuat untuk menjaganya. Sebab, pengelolaan yang baik dapat melindungi Indonesia dari konflik kepentingan global.
Ia menambahkan, negara yang kaya sumber daya alam kerap menjadi sasaran konflik kepentingan internasional. Demi menghindari potensi tersebut, maka Indonesia harus mampu mengelola kekayaan alam sebaik-baiknya demi kepentingan nasional.
Baca Juga: Profil Bobby Rasyidin, Dirut KAI yang Sedang Jadi Sorotan
"Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak," pungkas Presiden Prabowo.