Presiden Prabowo Subianto mengaku dirinya sangat hormat kepada para pakar, diakuinya masukan para ahli dan pakar telah berkontribusi besar pada perjalanan karier politiknya hingga sampai ketitik yang sekarang ini.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo setelah omongan ‘pakar goblok’ yang sampaikan dalam pidatonya beberapa waktu lalu berpolemik dan ramai dikritik publik. Prabowo mengaku pernyataanya memang kerap dipelintir pihak tertentu untuk mencoreng kredibilitasnya.
Baca Juga: Jarang Diajak Rapat Kabinet, Gibran Disebut-sebut Mau Diselesaikan Bareng Menteri Titipan Jokowi
“Jadi saudara-saudara jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir ya, dibilang seolah saya enggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar,” kata Prabowo dilansir Olenka.id dari saluran Youtube Sekretariat Presiden Sabtu (26/9/2026).
Prabowo mengatakan, kontribusi para pakar membuat karier militernya melesat, pendapat mereka sangat ia butuhkan, sebab saran-saran yang diberikan jelas presisi dan berbasis data.
“Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar,” ucapnya.
Saat ini Prabowo sedang meminta pendapat para pakar untuk mengatasi bencana kebakaran hutan yang sedang mengepung sejumlah wilayah di Indonesia, dia berharap para pakar memberinya masukan untuk segera menuntaskan bencana tersebut.
“Mohon saya diberi masukan, what can we do,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Prabowo baru-baru kembali menjadi bulan-bulanan publik lantaran dianggap blunder setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut pakar goblok.
“Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa yang besar, bangsa yang kuat. Saya mencatat saja. Kalau dia sadar saya maafkan, tapi saya ingatkan.”
Prabowo kemudian mengingatkan pentingnya kejujuran intelektual bagi seorang cendekiawan.
“Kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual, intellectual honesty. Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain.”
Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo menggunakan istilah “goblok” saat menyindir pihak yang menurutnya menggunakan kepakaran tetapi justru menyampaikan tuduhan terhadap pemerintah.
Potongan pernyataan tersebut kemudian beredar luas dan memunculkan persepsi bahwa Prabowo sedang menyebut para pakar secara umum dengan istilah tersebut.
Namun, dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Prabowo menegaskan kembali bahwa dirinya menghormati para pakar dan bahkan meminta masukan mereka dalam merumuskan kebijakan pemerintah.