Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program kebanggaan Presiden Prabowo Subianto tengah menjadi sorotan masyarakat setelah dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pihak mulai mengemuka belakangan ini.  

Kekinian Kejaksaan Agung bahkan telah menetapkan 7 tersangka dan mengungkap sejumlah modus korupsi dalam kasus ini. Selain dari eks  petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) yang sudah terlebih dahulu ditersangkakan,  beberapa tersangka dalam kasus ini juga merupakan petinggi Polri dan TNI. 

Baca Juga: Bancakan Korupsi MBG: Pengadaan Kaus Kaki Hingga Ompreng Semua Diolah

Masalah korupsi itu menjadi salah satu alasan sejumlah pihak yang meminta Prabowo Subianto membubarkan MBG karena dianggap tak efektif. MBG dicap sebagai program gagal kendati usianya baru seumur jagung. Presiden diminta mengganti MBG dengan program yang lebih tepat sasaran. 

Mengenai polemik program ini, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo memastikan MBG tidak bakal dihentikan di  tengah jalan walau adanya penyelewengan anggaran bernilai fantastis.  MBG adalah bentuk komitmen Prabowo yang mustahil dihentikan begitu saja.  

“Saya kira sudah bukan rahasia lagi bahwa pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG. Program ini tidak akan berhenti sampai kita berhasil memberikan makanan bergizi kepada seluruh anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan," kata Hashim dilansir Sabtu (4/7/2026).

Dalam pelaksanaanya MBG memang diselewengkan pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi, namun Hashim menegaskan MBG adalah program yang dirancang dengan sangat matang. Itu bukan program yang digodok dalam semalam. 

Menurut Hashim, MBG sudah dicetus Prabowo sejak 2006 untuk mengatasi  masalah gizi buruk yang terjadi di negara ini. Hashim menegaskan, program tersebut juga telah menjadi bagian dari komitmen politik Prabowo dalam beberapa kali kontestasi pemilihan presiden, mulai 2009 saat menjadi calon wakil presiden hingga Pilpres 2024.

"Ini janji kampanye Prabowo sejak 2009, kemudian dilanjutkan pada 2014, 2019, dan 2024. Anak-anak Indonesia harus mendapatkan makanan bergizi agar persoalan stunting dapat diatasi," ujarnya.

Hashim melanjutkan, MBG merupakan salah satu program paling mulia, untuk itu dia meminta seluruh masyarakat mengawasi pelaksanaan MBG untuk meminimalkan penyelewengan. MBG kata dia harus diawasi semua pihak agar kasus korupsi yang terjadi sekarang ini tak terulang di kemudian hari. 

Baca Juga: Kolonel Budi Utomo Diduga Ikut Nilep Duit MBG, Mabes TNI: Kami Mengedepankan Asas Praduga tak Bersalah

"Program dengan tujuan mulia seperti ini harus diawasi dan dibina dengan baik. Kalau tidak, kita sudah melihat bagaimana dampaknya ketika terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya,"  pungkasnya.