1. Tambahkan Protein ke Setiap Menu

Mengonsumsi makanan tinggi protein juga bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ahli gizi Hennis Tung, MS, RD, yang berbasis di Hong Kong, menjelaskan bahwa protein berperan dalam mengatur insulin dan respons gula darah, sekaligus membantu memperlambat proses pencernaan.

Menurut penelitian, asupan protein dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan sekaligus membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Tung menyarankan agar setiap waktu makan dilengkapi setidaknya satu sumber protein.

“Sebagai contoh, padukan buah dengan kacang-kacangan atau yogurt Yunani, tambahkan telur ke roti panggang saat sarapan, atau sertakan ayam, ikan, tahu, atau kacang-kacangan ke dalam semangkuk makanan berbahan dasar biji-bijian,” katanya.

Baca Juga: Minuman Dingin Ini Bisa Meningkatkan Tekanan Darah, Kenali 3 Kandungannya

  1. Ikuti Panduan Piring Diabetes

Untuk memudahkan mengatur porsi makan, ahli gizi Toby Smithson menyarankan mengikuti panduan Piring Diabetes. Dalam panduan ini, isi piring dibagi menjadi tiga bagian:

  • Setengah piring berisi sayuran nonpati, seperti sayuran berdaun hijau, brokoli, paprika, wortel, dan tomat.
  • Seperempat piring berisi protein tanpa lemak, seperti ikan, ayam, telur, keju, kacang-kacangan, serta daging sapi atau babi tanpa lemak.
  • Seperempat piring berisi sumber karbohidrat berkualitas, seperti kentang, jagung, buah-buahan, biji-bijian utuh, susu, dan yogurt.

Ahli gizi Melissa Jaeger, RD, LD, yang juga menjabat sebagai kepala nutrisi di MyFitnessPal, menjelaskan bahwa kombinasi makanan tersebut dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan pelepasan glukosa ke dalam aliran darah setelah makan. Dengan begitu, kadar gula darah bisa lebih terjaga.

Penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan panduan Piring Diabetes dapat membantu mengelola kadar gula darah dan mendukung pengelolaan diabetes tipe 2 dalam jangka panjang.