Tim PUBG Mobile Kodam XVII Cenderawasih berhasil keluar sebagai juara Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 setelah mengungguli 15 tim lainnya dalam babak final yang digelar di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Kemenangan ini menjadi salah satu capaian dalam upaya menjaring dan membina talenta esports muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema Rise as One, turnamen ini mempertemukan atlet-atlet muda yang sebelumnya lolos melalui tahapan seleksi di masing-masing Komando Daerah Militer (Kodam).
Sebanyak 16 tim terbaik kemudian berkompetisi di tingkat nasional untuk memperebutkan gelar juara.
Kodam XVII Cenderawasih tampil solid sepanjang pertandingan dengan mengandalkan perolehan poin eliminasi dan penguasaan zona. Konsistensi permainan tersebut mengantarkan mereka ke posisi puncak, meski mendapat persaingan ketat dari Kodam V Brawijaya yang harus puas menempati peringkat kedua.
Sementara itu, Kodam II Sriwijaya berhasil mengamankan posisi ketiga setelah memberikan perlawanan di arena Battleground. Salah satu pemainnya dengan nickname Bejo juga mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).
Panglima TNI Jenderal TNI, Agus Subiyanto, pun mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan turnamen tidak hanya ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga oleh semangat dan kontribusi seluruh peserta.
"Terima kasih bagi para peserta dan selamat untuk pemenang. Saya rasa semuanya juga menjadi pemenang, cuma urutannya saja yang berbeda," kata Agus.
Lebih lanjut, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara atas terselenggaranya kompetisi tersebut sekaligus mengingatkan para peserta untuk menjaga keselamatan dalam perjalanan pulang ke daerah masing-masing.
"Terima kasih bagi penyelenggara yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik, dan hati-hati kembali ke kampung halamannya masing-masing," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB ESI, Jenderal TNI (Purn) M. Herindra, menilai, turnamen ini menjadi salah satu peluang untuk menemukan pemain-pemain potensial yang dapat dikembangkan menjadi atlet berprestasi di tingkat internasional.
"Talenta-talenta muda nanti ke depannya dapat berprestasi di tingkat internasional. Mudah-mudahan dapat terjaring atlet-atlet baru yang nanti ke depannya dapat kita tingkatkan menjadi atlet internasional," papar Herindra.
Menurut Herindra, pembinaan esports tidak semestinya berhenti pada penyelenggaraan kompetisi. Penguatan ekosistem yang berkelanjutan juga diperlukan agar atlet memiliki ruang untuk berkembang, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.
Karena itu, PB ESI berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya atlet-atlet baru dari berbagai wilayah Indonesia yang berpeluang mengharumkan nama bangsa melalui esports.