Membangun bisnis hingga titik sukses tentu menjadi impian setiap orang, termasuk kamu. Namun, banyak yang salah kaprah dan menganggap bahwa scale up atau memperbesar bisnis berarti harus membuka cabang sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat.
Belajar dari perjalanan Daniel, sosok di balik suksesnya Mie Ayam Bintang, pertumbuhan bisnis yang sehat justru dimulai dari hal yang paling dasar, yaitu sistem. Bisnis mi ayam yang terlihat sederhana ternyata menyimpan tantangan besar dalam menjaga konsistensi.
Berikut adalah 5 kiat yang bisa kamu terapkan agar bisnismu siap tumbuh berkelanjutan, seperti dikutip Olenka dari siaran resmi Dana, Rabu (29/4/2026).
1. Temukan Masalah di Balik Peluang
Banyak orang ingin berbisnis kuliner karena pasarnya jelas, tapi sedikit yang siap dengan kerumitan operasionalnya. Sebelum melangkah jauh, kamu harus memastikan fondasi usahamu kuat, mulai dari suplai bahan baku hingga konsistensi rasa. Daniel melihat bahwa peluang sejati bukan hanya menjual produk enak, tapi menjual sistem yang siap jalan.
2. Jadilah "Kelinci Percobaan" untuk Bisnis Sendiri
Jangan terburu-buru membuka kemitraan atau waralaba. Daniel memilih mengelola cabangnya sendiri untuk melakukan trial and error. Ia turun langsung meracik produk hingga mengatur alur kerja. Ingat, kamu tidak bisa membagikan formula sukses ke orang lain jika sistem tersebut belum teruji nyata di lapangan.
Baca Juga: Bisnis Tumbuh Cemerlang, CEO Prudential Syariah Sabet Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
3. Ciptakan Sistem yang Mudah Direplikasi
Kunci dari waralaba yang sukses adalah kemudahan. Daniel menyiapkan sistem yang terstruktur sehingga mitra tidak perlu memulai dari nol. Jika kamu ingin bisnismu berkembang, pastikan operasionalnya sudah rapi sehingga siapa pun yang menjalankannya akan mendapatkan hasil (dan rasa) yang sama.
4. Digitalisasi: Kunci Operasional yang Rapi
Mencatat transaksi secara manual sering kali menjadi penghambat pertumbuhan. Daniel mulai menggunakan DANA Bisnis untuk memantau pemasukan secara akurat dan menjaga cash flow tetap lancar. Untuk kamu yang ingin usahanya tumbuh teratur, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar keuanganmu tidak "bocor".