Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tubuh membutuhkan asupan cairan yang tepat untuk mengembalikan energi dan menjaga keseimbangan elektrolit. Sayangnya, tidak semua minuman aman atau ideal dikonsumsi saat berbuka puasa. Alih-alih menyegarkan, beberapa jenis minuman justru berisiko mengganggu kesehatan jika dikonsumsi secara kurang tepat.

Berikut empat jenis minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi saat berbuka puasa:

1. Air Lemon yang Diseduh Air Panas

Air lemon kerap dipilih sebagai minuman sehat karena kandungan vitamin C-nya. Namun, menurut ahli gizi Putri MJ, S.Gz., vitamin C tidak tahan terhadap suhu tinggi. Penyeduhan lemon dengan air panas berpotensi merusak kandungan nutrisinya.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Bantu Bakar Lemak saat Puasa

Untuk menjaga manfaatnya, air lemon dianjurkan disajikan dengan air suhu ruang atau air dingin. Dengan cara ini, kandungan vitamin C tetap lebih terjaga dan dapat membantu memenuhi kebutuhan antioksidan tubuh setelah berpuasa.

2. Minuman Bersoda

Dilansir dari laman Eating Well, minuman bersoda umumnya mengandung kafein dan gula dalam jumlah tinggi. Kafein dapat merangsang ginjal untuk meningkatkan produksi urine, sehingga tubuh kehilangan lebih banyak cairan.

Setelah seharian berpuasa, kondisi tubuh rentan mengalami dehidrasi. Konsumsi minuman bersoda saat berbuka justru dapat memperburuk kondisi tersebut, selain berisiko menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat.

3. Air Nabeez yang Direndam Terlalu Lama

Air nabeez merupakan minuman yang dibuat dari rendaman kurma atau kismis. Namun, waktu perendaman perlu diperhatikan. Nabeez tidak disarankan direndam lebih dari 12 jam.

Baca Juga: Tak Sekadar Menahan Lapar dan Haus, Dokter Gia Pratama Ungkap Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan Tubuh

Jika direndam terlalu lama, proses fermentasi alami dapat terjadi dan menghasilkan alkohol (etanol). Mengacu pada penjelasan Majelis Ulama Indonesia, air rendaman yang mengalami fermentasi spontan dapat berubah sifat karena terbentuknya alkohol, meskipun tanpa penambahan ragi (yeast). Oleh karena itu, penting memastikan waktu perendaman tidak berlebihan.

4. Rebusan Air Keran dengan Kandungan Logam Tinggi

Air keran yang mengandung zat besi atau logam berat dalam kadar tinggi tidak serta-merta aman dikonsumsi meskipun telah direbus. Perebusan hanya efektif membunuh mikroorganisme, tetapi tidak menghilangkan kandungan logam berat.

Karena itu, air sebaiknya melalui proses penyaringan menggunakan alat filter yang sesuai sebelum direbus dan dikonsumsi, guna meminimalkan risiko paparan zat berbahaya.

Memilih minuman yang tepat saat berbuka puasa merupakan langkah penting untuk membantu tubuh pulih secara optimal setelah beraktivitas seharian. Air putih, air kelapa segar, atau minuman hangat rendah gula dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan menyehatkan.