Berpuasa sering kali identik dengan rasa lapar dan lemas, terutama di hari-hari awal. Padahal, jika dipersiapkan dengan pola makan dan kebiasaan yang tepat, puasa bisa tetap terasa ringan dan nyaman sepanjang hari.
Rasa lapar yang muncul saat puasa sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pilihan menu sahur, kecukupan cairan, hingga kualitas istirahat. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa meminimalkan rasa lapar berlebihan sekaligus menjaga tubuh tetap fokus dan bertenaga.
Mengutip dari berbagai sumber, Rabu (18/2/2025), berikut beberapa tips yang bisa membantu puasa berjalan lebih lancar tanpa drama perut keroncongan. Simak baik-baik, ya!
Hindari Mie Instan dan Bubur Saat Sahur
Mie instan dan bubur termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi yang membuat gula darah cepat naik, tetapi juga cepat turun. Akibatnya, rasa kenyang tidak bertahan lama dan perut lebih cepat terasa lapar saat puasa.
Sebagai gantinya, pilih menu sahur yang kaya protein, karbohidrat kompleks, dan serat. Kombinasi nutrisi ini membantu menjaga energi lebih stabil, membuat kenyang lebih tahan lama, serta mendukung puasa tetap lancar hingga waktu berbuka.
Baca Juga: Waspada, 5 Gangguan Kesehatan yang Sering Muncul Saat Puasa
Hindari Konsumsi Karbohidrat Berlebihan
Banyak orang mengira makan karbohidrat dalam jumlah besar saat sahur bisa membuat kenyang lebih lama. Memang terasa mengenyangkan di awal, tetapi efeknya sering kali tidak bertahan lama. Asupan karbohidrat berlebih dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat, yang kemudian turun drastis dalam waktu singkat.
Ketika gula darah menurun tajam, tubuh justru lebih cepat terasa lemas, mengantuk, dan kekurangan energi menjelang siang hari. Karena itu, penting untuk mengatur porsi karbohidrat dan menyeimbangkannya dengan protein serta serat agar energi tetap stabil selama berpuasa.
Lengkapi dengan Asupan Vitamin
Saat menjalani puasa, kamu juga bisa mempertimbangkan konsumsi vitamin tambahan, seperti vitamin B12 dan vitamin C. Kedua jenis vitamin ini berperan dalam menjaga daya tahan tubuh sekaligus membantu menunjang energi agar tetap prima selama beraktivitas.
Pakar kesehatan asal Oxford, dr. Razeen Mahroof, menegaskan bahwa kebutuhan vitamin tetap perlu diperhatikan selama berpuasa agar kondisi tubuh tetap terjaga dan tidak mudah drop.