2. Perpanjang Periode Kepemilikan Saham
Salah satu kutipan Warren Buffett yang paling terkenal adalah bahwa periode kepemilikan saham favoritnya adalah ‘selamanya’. Pernyataan tersebut pertama kali ia sampaikan dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada 1988.
Menurut Buffett, fluktuasi harga saham dalam jangka pendek tidak memiliki arti penting dan hampir mustahil diprediksi secara konsisten. Karena itu, ia hanya membeli saham perusahaan yang diyakininya layak dimiliki dalam waktu sangat lama.
Bahkan, Buffett pernah mengatakan bahwa jika ia tidak nyaman memegang suatu saham selama setidaknya 10 tahun, maka saham tersebut tidak layak dibeli.
Dalam surat kepada pemegang saham tahun 1991, Buffett juga mengingatkan bahwa pasar saham pada akhirnya menjadi tempat perpindahan uang dari investor yang tidak sabar kepada investor yang sabar.
Fenomena yang sering terjadi adalah investor membeli saham saat harga sedang tinggi, kemudian menjualnya ketika pasar turun karena panik. Setelah itu mereka hanya menyaksikan pasar kembali pulih tanpa ikut menikmati kenaikan tersebut.
Karena itu, sebelum membeli suatu saham, Buffett menyarankan investor bertanya kepada diri sendiri apakah mereka masih akan nyaman memiliki perusahaan tersebut hingga satu dekade ke depan.
3. Anggap Saham sebagai Kepemilikan Bisnis, Bukan Sekadar Angka
Prinsip lain yang sering terlupakan adalah bahwa saham bukan sekadar angka yang bergerak naik dan turun di layar perdagangan.
Bagi Buffett, membeli saham berarti membeli sebagian kepemilikan sebuah bisnis. Karena itu, investor seharusnya memahami bagaimana perusahaan menghasilkan uang, siapa pelanggannya, serta bagaimana prospek bisnisnya di masa depan.
Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2017, Warren Buffett kembali menegaskan bahwa ia membeli sebuah perusahaan, bukan sekadar simbol saham (ticker). Karena itu, sebelum berinvestasi, Buffett selalu berupaya memahami kualitas bisnis secara menyeluruh.
Ia menilai, investor seharusnya tidak hanya terpaku pada grafik harga atau tren pasar sesaat, melainkan mempertanyakan hal-hal yang lebih mendasar, seperti produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan, tingkat loyalitas pelanggan terhadap mereknya, apakah manajemen memiliki kepemilikan saham yang signifikan, serta apakah bisnis tersebut memiliki prospek pertumbuhan yang berkelanjutan.
Menurut Buffett, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih penting dalam menentukan nilai sebuah investasi dibandingkan fluktuasi harga saham yang terjadi dalam hitungan hari atau minggu.
Baca Juga: Ingin Sukses seperti Warren Buffett? Baca 6 Buku Rekomendasi Investor Legendaris Ini