Meski telah menyerahkan posisi CEO Berkshire Hathaway kepada Greg Abel pada awal 2026, nama Warren Buffetttetap menjadi rujukan utama bagi para investor di seluruh dunia.
Selama puluhan tahun memimpin Berkshire Hathaway, Buffett berhasil mencatatkan kinerja investasi yang jauh melampaui indeks S&P 500, menjadikannya salah satu investor paling sukses sepanjang sejarah. Tak heran jika setiap nasihat investasinya selalu menjadi perhatian.
Di balik filosofi investasi yang sederhana, Buffett memiliki sejumlah prinsip yang sering kali justru diabaikan oleh investor ritel. Padahal, prinsip-prinsip tersebut dapat membantu membangun portofolio yang lebih kuat dan memberikan imbal hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang.
Dan, dikutip dari MoneyLion, Jumat (7/8/2026), berikut 3 teknik investasi Warren Buffett yang patut diterapkan.
1. Pilih Perusahaan yang Memiliki Keunggulan Kompetitif
Salah satu konsep favorit Buffett adalah economic moat, yakni keunggulan kompetitif yang membuat sebuah perusahaan sulit disaingi oleh kompetitornya.
Perusahaan dengan moat yang kuat memiliki perlindungan alami terhadap ancaman pesaing karena menawarkan nilai yang sulit ditiru, baik melalui kekuatan merek, jaringan distribusi, teknologi, maupun loyalitas pelanggan.
Salah satu contoh yang sering dikaitkan dengan filosofi Buffett adalah Coca-Cola. Meski banyak produsen minuman ringan bermunculan, Coca-Cola tetap memiliki posisi yang sangat kuat berkat merek yang mendunia, jaringan distribusi yang luas, dan loyalitas konsumen yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Bayangkan jika ada produk minuman serupa yang dijual 10 persen lebih murah. Sebagian besar konsumen kemungkinan tetap memilih Coca-Cola karena nilai mereknya sudah begitu melekat. Inilah bentuk keunggulan kompetitif yang hampir mustahil ditiru.
Sayangnya, banyak investor individu lebih fokus pada grafik harga, berita harian, atau tren yang sedang ramai di media sosial dibandingkan menganalisis kualitas bisnis di balik saham tersebut.
Buffett berulang kali menegaskan dalam surat tahunan kepada pemegang saham Berkshire Hathaway bahwa membeli saham tanpa memahami kekuatan bisnisnya lebih dekat kepada spekulasi daripada investasi.
Baca Juga: Warren Buffett Peringatkan Investor Jangan Terlena EBITDA, Ini Penjelasannya