Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean mengatakan, kacaunya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekarang ini bukan semata-mata karena kesalahan Pemerintahan Prabowo Subianto yang keliru mengatur pos-pos anggaran, dia menyebut hal ini dikarenakan utang negara yang diwariskan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dia mengatakan, cicilan utang negara yang harus dibayar tahun ini dengan nilai yang tembus Rp800 triliun adalah ulah Jokowi yang ugal-ugalan menumpuk utang selama memerintah negara ini selama  10 tahun. 

Baca Juga: Tak Hanya Peraturan Bikinan Paman Anwar Usman, Denny Indrayana Soroti Peraturan KPU yang Diduga Sengaja Dibikin Buat Loloskan Gibran

“Cicilan pokok utang saat ini yang ditanggung oleh APBN sangat besar, berkisar 800 triliun termasuk yang jatuh tempo pada tahun ini. Selain itu cicilan bunga yang harus dibayar lebih dari 500 triliun. Inilah beban yang sangat menggerogoti APBN kita,” kata Ferdinan dilansir Olenka.id Kamis (13/8/2026). 

“Banyak orang malah berbicara tentang Pak Prabowo yang salah mengelola APBN, salah mengatur struktur APBN, salah mengatur porsi pos-pos anggaran APBN kita. Yang salah adalah beban utang warisan yang ditinggalkan oleh Jokowi kepada bangsa ini telah membuat kita APBN-nya kritis,” tambahnya. 

Ferdinand mengatakan, utang yang ditumpuk Jokowi sama sekali tidak membawa manfaat apapun bagi masyarakat Indonesia, utang-utang itu dipakai untuk mengebut sejumlah proyek infrastruktur yang dampaknya tak terlampau signifikan. Contohnya adalah Tol Sumatera, Bandara Kertajati hingga proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Bandara Kertajati, apa yang terjadi? Bandara Kertajati sekarang tidak berguna, tidak berfungsi. IKN, apa yang terjadi dengan IKN sekarang? Nol besar. Kereta Cepat Jakarta Bandung, nol besar bahkan menjadi beban APBN sekarang. Apa karya Jokowi yang layak kita sebut telah membawa keberhasilan bagi Indonesia?,” tegasnya. 

Sialnya kata Ferdinand utang yang menggunung warisan Jokowi harus ditanggung seluruh rakyat Indonesia dimana hal itu sangat menguras APBN habis-habisan yang dapat membawa Indonesia ke amang kebangrutan. 

“Sekarang rakyat Indonesia menanggungnya. Utang kereta cepat rakyat akan terlibat menanggungnya karena harus dibayar melalui APBN. Saya heran sama kalian, apa yang kalian harapkan dari Jokowi, kalian belum sadar kerusakan yang diciptakan oleh Jokowi sebegitu besar di negara ini,” katanya lagi 

Sebagai pertanggungjawaban atas seluruh kerusakan yang dibuatnya, Jokowi lanjut Ferdinand harus ditangkap dan diadili dia menilai eks Wali Kota Solo itu adalah perusak bangsa yang sesungguhnya. 

Baca Juga: Gegara Prabowo Puji Bahlil, Kecerdasan Presiden RI Dihitung Satu-satu: Soekarno hingga SBY Grade A, Jokowi Paling Rendah, Nggak Punya Ijazah

“Kalian masih memuja Jokowi hanya karena penampilannya yang penuh kamuflasa sederhana, kalian sungguh-sungguh telah tertipu dalam politik ini. Sadar, bangun, bangkit dari mimpi-mimpi konyol tentang Jokowi. Jokowi harus kita hadapkan ke pengadilan. Jokowi harus kita tangkap, itu yang harus kita lakukan, bukan malah memuji Jokowi. Jokowi perusak bangsa,” tandasnya.