Dengan kata lain, ketika seseorang tidur lebih lama untuk "menebus" kurang tidur, hal ini dapat membantu mengurangi dampak buruk kurang tidur terhadap kesehatan jantung. Namun, efek ini biasanya bersifat sementara, dan pola tidur yang konsisten tetap dianggap lebih baik untuk kesehatan.

“Hubungan tersebut menjadi lebih jelas di antara individu yang secara teratur mengalami kurang tidur pada hari kerja,” ujarnya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Euronews, Minggu (22/12/2024).

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam lebih mungkin mengalami masalah kesehatan yang memengaruhi jantung mereka, meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Penelitian ini menggunakan data dari hampir 91.000 orang dalam proyek Biobank Inggris, sebuah basis data besar yang berisi informasi kesehatan dari setengah juta orang di Inggris, untuk menilai apakah mengejar ketertinggalan tidur selama akhir pekan memengaruhi risiko penyakit jantung.

Baca Juga: Kelihatannya Sepele, tapi Kebiasaan Tidur Ini Ternyata Bisa Picu Stroke dan Serangan Jantung

Para peneliti meneliti kebiasaan tidur 19.816 peserta yang tidur kurang dari tujuh jam per malam, sekitar 22% dari total. Selama hampir 14 tahun, mereka memantau catatan medis peserta untuk mendeteksi masalah jantung seperti penyakit jantung, gagal jantung, detak jantung tidak teratur, atau stroke. 

Peserta dikelompokkan berdasarkan tambahan waktu tidur di akhir pekan, dengan kelompok tidur terbanyak mendapatkan tambahan 1,28 hingga 16,06 jam dibandingkan hari kerja, sementara kelompok lainnya justru kehilangan hingga 16,05 jam tidur.