Selain berlibur, akhir pekan kerap dimanfaatkan banyak orang untuk beristirahat di rumah — charge energy sebelum menghadapi hari Senin yang penuh tantangan. Beristirahat apalagi memiliki waktu tidur yang cukup selama akhir pekan ternyata baik untuk kesehatan lho, Growthmates

Tidur yang optimal merupakan bagian penting dari kesehatan, tetapi banyak orang sulit mendapatkan waktu tidur setidaknya 7-8 jam dalam sehari — sesuai rekomendasi. Sebab itu, mengejar ketertinggalan tidur di akhir pekan menjadi pilihan terbaik. 

Menariknya, ada sebuah penelitian menunjukkan bahwa memiliki waktu tidur yang cukup bahkan lebih di akhir pekan, dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, sehingga memberikan manfaat lebih bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga: Studi Ungkap Posisi Tidur Dapat Memprediksi Kesuksesan Finansial Seseorang, Seperti Apa?

Hal tersebut berdasarkan studi yang dipresentasikan dalam pertemuan terbaru European Society of Cardiology (ESC). Temuan tersebut mengungkap, tidur lebih lama di akhir pekan dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 20 persen.

Penulis Yanjun Song dari Pusat Penyakit Kardiovaskular Nasional Tiongkok menjelaskan, tidur tambahan di akhir pekan untuk menggantikan waktu tidur yang kurang pada hari-hari sebelumnya, memiliki hubungan positif dengan penurunan risiko penyakit jantung. 

Dengan kata lain, ketika seseorang tidur lebih lama untuk "menebus" kurang tidur, hal ini dapat membantu mengurangi dampak buruk kurang tidur terhadap kesehatan jantung. Namun, efek ini biasanya bersifat sementara, dan pola tidur yang konsisten tetap dianggap lebih baik untuk kesehatan.

“Hubungan tersebut menjadi lebih jelas di antara individu yang secara teratur mengalami kurang tidur pada hari kerja,” ujarnya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Euronews, Minggu (22/12/2024).

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam lebih mungkin mengalami masalah kesehatan yang memengaruhi jantung mereka, meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Penelitian ini menggunakan data dari hampir 91.000 orang dalam proyek Biobank Inggris, sebuah basis data besar yang berisi informasi kesehatan dari setengah juta orang di Inggris, untuk menilai apakah mengejar ketertinggalan tidur selama akhir pekan memengaruhi risiko penyakit jantung.

Baca Juga: Kelihatannya Sepele, tapi Kebiasaan Tidur Ini Ternyata Bisa Picu Stroke dan Serangan Jantung

Para peneliti meneliti kebiasaan tidur 19.816 peserta yang tidur kurang dari tujuh jam per malam, sekitar 22% dari total. Selama hampir 14 tahun, mereka memantau catatan medis peserta untuk mendeteksi masalah jantung seperti penyakit jantung, gagal jantung, detak jantung tidak teratur, atau stroke. 

Peserta dikelompokkan berdasarkan tambahan waktu tidur di akhir pekan, dengan kelompok tidur terbanyak mendapatkan tambahan 1,28 hingga 16,06 jam dibandingkan hari kerja, sementara kelompok lainnya justru kehilangan hingga 16,05 jam tidur.

Para peneliti menemukan, peserta yang melaporkan mendapatkan tidur kompensasi paling banyak di akhir pekan, 19 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terserang penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang kurang tidur di akhir pekan.

Pada sub-kelompok orang dengan kurang tidur harian, penelitian menemukan bahwa orang yang paling banyak tidur di akhir pekan memiliki risiko penyakit jantung 20 persen lebih rendah daripada mereka yang paling sedikit tidur.

Studi ini tidak menemukan perbedaan signifikan dalam hasil ini antara pria dan wanita.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa untuk sebagian besar penduduk masyarakat modern yang menderita kurang tidur, mereka yang paling banyak 'mengejar' waktu tidur di akhir pekan memiliki tingkat penyakit jantung yang jauh lebih rendah daripada mereka yang paling sedikit tidurnya," kata Zechen Liu, salah satu penulis penelitian tersebut yang juga berasal dari Rumah Sakit Fuwai dan Pusat Nasional Penyakit Kardiovaskular di Tiongkok.

Baca Juga: Mengintip Rutinitas Tidur 6 Orang Sukses Dunia

Mengganti  tidur selama akhir pekan memiliki faktor genetik – hal ini pada gilirannya membantu dalam memberikan kontribusi bagi kesehatan jantung. Pola tidur yang baik juga memiliki manfaat psikologis yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung secara signifikan. 

Tidur juga dapat membantu dalam mengatur kadar glukosa darah dan tekanan darah, pilihan makanan yang lebih sehat dan risiko obesitas yang lebih rendah semakin berkontribusi pada pola tidur yang sehat.