Growthmates, kesehatan jantung sering kali terasa seperti sesuatu yang abstrak, hingga akhirnya angka-angka di hasil pemeriksaan mulai berbicara.
Seperti dikutip dari Times of India, Selasa (6/1/2026), para ahli Harvard menekankan bahwa ada tiga angka kunci yang paling menentukan kesehatan jantung seseorang: tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
Menurut para dokter dan peneliti Harvard, ketiga indikator ini merupakan parameter terpenting yang perlu dipantau secara rutin jika seseorang ingin menjaga jantung tetap sehat dalam jangka panjang. Angka-angka tersebut bukan sekadar deretan data di lembar medical check-up, melainkan “jendela” yang memperlihatkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam pembuluh darah dan jantung—sering kali jauh sebelum gejala apa pun terasa.
Karena itulah, memahami ketiga angka ini sejak dini memberi Anda kesempatan berharga untuk bertindak lebih cepat, mengoreksi gaya hidup, dan mencegah masalah jantung yang lebih serius di kemudian hari.
1. Tekanan Darah
Tekanan darah adalah salah satu indikator kesehatan yang paling sering disebut, tetapi juga paling sering disalahpahami. Sederhananya, tekanan darah adalah kekuatan darah yang menekan dinding arteri setiap kali jantung memompa dan beristirahat.
Saat diperiksa, Anda akan melihat dua angka, misalnya 120/80. Angka atas (sistolik) menunjukkan tekanan ketika jantung memompa darah. Angka bawah (diastolik) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara detakan.
Keduanya penting, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, angka sistolik mendapat perhatian lebih karena sangat berkaitan dengan risiko stroke dan penyakit jantung, terutama pada usia di atas 50 tahun.
Sebagian besar dokter menganggap tekanan darah di bawah 120/80 mm Hg sebagai kisaran normal. Namun, target ideal bisa berbeda untuk setiap orang. Usia, riwayat kesehatan, kualitas tidur, hingga tingkat stres dapat memengaruhi kisaran terbaik bagi Anda.
Yang juga perlu diingat, lonjakan sesekali bukan alasan untuk panik. Yang jauh lebih penting adalah pola tekanan darah dalam jangka waktu tertentu.
Karena itu, banyak dokter menyarankan pengukuran di rumah menggunakan manset lengan atas, yang cenderung lebih akurat dibandingkan alat pergelangan tangan. Mengukur pagi dan malam selama beberapa hari akan memberi gambaran yang jauh lebih jujur tentang kondisi Anda.
Baca Juga: Nyeri Dada adalah Tanda Serangan Jantung, Mitos atau Fakta?