Kesalahan informasi dalam pidato Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR dan DPR RI pada 16 Agustus 2026 memicu sorotan. Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Iwan Sumule bahkan menduga kekeliruan tersebut bukan sekadar kesalahan biasa.

Iwan menduga ada pihak tertentu yang sengaja menyodorkan informasi keliru kepada Presiden Prabowo. Menurut dia, kesalahan tersebut berpotensi merusak reputasi dan kredibilitas kepala negara.

“Ada pengkhianat, yang bukan saja sekadar ingin merusak reputasi dan kredibilitas presiden, tapi sudah mengarah ingin menjatuhkan presiden,” kata Iwan Sumule dikutip Rabu (19/08/2026).

Sorotan Iwan mengarah pada pernyataan Prabowo mengenai sosok Ibu Susana yang hadir dalam Sidang Tahunan MPR dan DPR. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Ibu Susana sebagai seorang pengupas bawang dengan penghasilan Rp700 ribu per kilogram.

Baca Juga: Polemik Gaji Pengupas Bawang Tembus Rp700 per Kilogram, Hasyim Soroti Sosok yang Cekoki Prabowo Pakai Data Ngawur

Belakangan, informasi tersebut dipersoalkan karena Ibu Susana disebut sebenarnya berprofesi sebagai pemilah kain perca.

Bagi Iwan, kekeliruan tersebut cukup serius mengingat pernyataan disampaikan dalam forum resmi kenegaraan. Terlebih, pidato Presiden juga memuat pembahasan mengenai anggaran serta berbagai program pemerintah.

“Publik tak bisa disalahkan ketika mengkritik pidato Presiden Prabowo yang menyebut seorang pengupas bawang bernama Ibu Susana memiliki penghasilan Rp700 ribu/kg. Padahal profesi Ibu Susana adalah pemilah kain perca,” ujar Iwan.

Iwan menilai ketepatan data menjadi hal krusial dalam penyampaian informasi oleh Presiden. Menurutnya, berbagai program pemerintah semestinya disusun berdasarkan basis data yang valid dan akurat.

Baca Juga: 'Saya Dosen, S3, Lektor Kepala, Penghasilan Saya Jauh dari Penghasilan Mengupas Bawang'

“Terutama terkait basis data, karena semua programatik pemerintah disusun dan dibuat berdasar basis data yang tepat dan akurat,” tegasnya.

Ia pun mempertanyakan kinerja tim komunikasi Presiden, dalam hal ini Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI). Iwan menilai kesalahan informasi tersebut semestinya dapat dicegah jika proses verifikasi dan penyampaian informasi dilakukan dengan baik.

Yang membuat Iwan semakin curiga, sosok Ibu Susana disebut sebelumnya sudah pernah diperkenalkan melalui kanal resmi Bakom RI.

Menurut Iwan, dalam tayangan tersebut Ibu Susana ditampilkan sebagai seseorang yang memiliki pekerjaan sebagai penjahit bahan perca, bukan pengupas bawang.

“Kan gile, karena sebelumnya sudah ditampilkan di medianya Bakom, tukang jahit, bukan tukang kupas bawang. Artinya, memang ada yang ingin presiden salah,” pungkas Iwan Sumule.

Baca Juga: ‘Cuap-cuap’ Prabowo soal Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu/kg Bikin Geger, Kalau di China Bisa Dihukum Mati!

Dugaan adanya pihak yang sengaja memberikan informasi keliru tersebut sejauh ini merupakan penilaian Iwan Sumule. Belum terdapat keterangan yang membuktikan bahwa kesalahan penyebutan profesi Ibu Susana dalam pidato Prabowo memang sengaja dilakukan untuk menjatuhkan Presiden.